Alhasil FA 50 Block 20 memiliki kemampuan mengagumkan dalam serangan udara keudara, udara ke darat dan udara ke permukaan.
Tak hanya sensor saja, tetapi radar pada FA 50 Block 20 juga mengusung jenis Active Electronically Scanned Array (AESA).
Dari AESA ini maka FA 50 Block 20 Malaysia memiliki kemiripan dengan Rafale Indonesia soal kemampuan radarnya.
Selain itu, FA 50 Block 20 juga terdapat teknologi yang ada pada pesawat tempur F-16 Block 70.
Diketahui jika teknologi tersebut adalah peralatan radio U/VHF yang ada pada FA 50 Block 20.
Dengan deretan teknologi canggih ini maka FA 50 Block 20 bisa dikategorikan sebagai jet tempur generasi 4,5.
Dijelaskan dari Janes pada 19 Oktober 2021, FA 50 Block 20 rencananya akan dipasangkan beberapa senjata canggih.
Seperti Joint Strike Missile (JSM) Kongsberg dan Raytheon, Stand-Off Missile (SOM) Roketsan, dan Taurus KEPD 350K-2 dari Sistem Taurus di FA 50 Block 20.
Walaupun baru rencana, tetapi hal tersebut tampaknya akan direalisasikan oleh KAI untuk FA 50 Block 20 andalannya.
Dengan adanya senjata tersebut maka kemampuan FA 50 Block 20 dalam melakukan serangan udara ke darat dan udara permukaan bisa dilakukan dari jarak jauh.
Serta label FA 50 Block 20 bisa dikategorikan sebagai Light Combat Aircraft (LCA) Multirole Fighter.
Dalam penjelasannya diketahui jika pihak KAI telah melakukan upgrade kepada FA 50 Block 20 pada tahun 2022 lalu.
Alhasil di komponen di FA 50 Block 20 mengalami beberapa peningkatan.
Seperti radar kontrol tembakan multi-mode dan kokpit kaca dengan tampilan area yang luas terdapat di FA 50 Block 20.
Dijelaskan juga di FA 50 Block 20 juga memiliki upgrade soal helm sekelas JHMCS.