Selain itu, peran E 2D Advanced Hawkeye sendiri sangatlah penting bagi banyak misi.
Khususnya misi pengumpulan data intelijen, pengawasan/pengintaian, peringatan dini, serta peran komando mampu dilakukan E 2D Advanced Hawkeye.
Oleh karenanya penggunaan E 2D Advanced Hawkeye sangat diuntungkan dalam misi armada udara, serta membantu memberikan informasi ke armada permukaan.
Maka tak heran jika E 2D Advanced Hawkeye ampuh dalam iring-iringan Carrier Strike Group (CSG).
Alhasil E 2D Advanced Hawkeye bisa ditempatkan di kapal induk sebagai mata dan telinga armada jet tempur dan kapal perang.
Itu terbukti jika E 2D Advanced Hawkeye mampu diluncurkan dari kapal induk yang mengadosi sistem ketapel lontar atau CATOBAR (Catapult Assisted Take-Off But Arrested Recovery)
Untuk menjalankan misinya, E 2D Advanced Hawkeye diawaki oleh lima orang kru.
Lima orang kru yang ada di E 2D Advanced Hawkeye terdiri dari pilot, kopilot, Radar Officer (RO), Combat Information Center Officer (CICO), serta Aircraft Control Officer (ACO).
E 2D Advanced Hawkeye diketahui memiliki panjang 17,60 meter, bentang sayap 24,56 meter, dan tinggi 5,58 meter.
Sedangkan E 2D Advanced Hawkeye memiliki bobot maksimum saat lepas landas sekitar 26.083 kg.
Lalu untuk urusan teknologi kokpit E 2D Advanced Hawkeye telah mengadopsi glass-cockpit.
Kemudian radar UHF-band AN/APY-9 AESA yang digunakan pada E 2D Advanced Hawkeye menjadi andalannya.
Oleh karenanya E-2D memungkinkan dapat melacak ancaman dengan jarak lebih jauh dari yang dimiliki versi sebelumnya yaitu E-2C.
Serta ada klaim jika E 2D Advanced Hawkeye mampu melacak target udara yang memiliki Radar Cross Section (RCS) kecil.