Sehingga awak F 15EX dapat memungkinkan integrasi sistem canggih, peningkatan efektivitas misi, peningkatan toleransi kesalahan, peningkatan stabilitas sistem, dan kemampuan bertahan awak pesawat.
Terlepas dari itu di F 15EX sistem canggih bernama EPAWSS (Eagle Passive Active Warning Survivability System).
Dari adanya EPAWSS maka awak F 15EX mampu mengetahui secara dini ancaman terhadap F 15EX baik berupa kuncian radar ataupun rudal dalam berbagai rentang spektrum elektromagnetik, baik radar maupun infra merah.
Sehingga para pengawak F 15EX bisa terhindar dari adanya bahaya ancaman yang bisa menembak jatuh jet tempur ini.
Untuk F 15EX sendiri juga memiliki alat canggih berupa flight control digital.
Flight control digital yang terdapat di F 15EX berupa fly by wire system menggunakan jaringan fiber optik.
Alhasil pilot dapat dengan mudah menggerakan pesawat terutama dalam manuver tajam.
Selain itu, F 15EX memiliki mesin baru yang lebih bertenaga berupa GE Aviation F110-GE-129 yang lebih canggih dan baru dari mesin F100-PW-220 milik F-15E Strike Eagle.
Oleh karenanya kemampuan F 15EX lebih berkualitas dan mumpuni dalam berbagai penugasan misi.
Perlu diketahui di F 15EX memiliki cost per flying hour sangat mahal untuk sebuah jet tempur generasi 4,5.
Dalam penjelasannya bahwa F 15EX mempunyai cost per flying hour sekitar USD 27.000 (Rp 412.3 juta) untuk kurs rupiah saat ini.
Dengan cost per flying hour yang sangat mahal maka sebanding dengan kualitas F 15EX.
Diprediksi jika harga satuan dari F 15EX bisa mencapai USD 80 juta (Rp 1,2 triliun) pada kurs saat ini.