Diterangkan Eurasian Times, pod TALIOS ini memiliki banyak kegunaan.
Seperti mendeteksi, mengenali, dan mengidentifikasi target.
Dia memberikan skema peta 3D real-time virtual di medan perang.
Dan untuk mengoperasikan sistem yang begitu kompleks, pod TALIOS ini dibantu dengan algoritma kecerdasan buatan (AI).
Hal seperti ini belum dapat ditemukan pada sistem serupa lainnya.
Dengan AI, pod target ini dapat mendeteksi, mengenal, dan mempercepat proses pengambilan keputusan untuk mengeksekusi target.
Dan bukan hanya kuat, klaim dari mantan pilot bahwa Rafale merupakan jet tempur yang nyaman digunakan.
Dia adalah Pierre-Henri “Até” CHUET yang mengatakannya kepada Defence View.
“Jet tempur ini sudah mengalami banyak peningkatan, itu termasuk semua sensor dan sistem yang terintegrasi ke dalam layar utama”, tutur mantan pilot itu.
Dengan sistem yang sudah terintegrasi, pilot hanya butuh melihat layar di depan matanya untuk mendapatkan seluruh informasi.
Baca Juga: Demi Produksi F-15 Eagle II Incaran Indonesia, Boeing Bakal Buat F-18 Malaysia Jadi Besi Tua