ZONAJAKARTA – Xian H 6K menjadi momok menakutkan bagi sebuah negara yang memiliki sistem pertahanan udara minim.
Tak hanya sistem pertahanan udara saja, tetapi armada jet tempur yang kurang canggih dan minim bisa menjadi bulan-bulanan serangan H 6K jika perang meletus.
Oleh karenanya negara-negara yang bersitegang dengan China sudah melakukan tahap modernisasi armada jet tempur dan sistem pertahanan udaranya guan meminimalisir ancaman H 6K.
Baca Juga: Jet Tempur Rafale Mesir Sukses Torehkan 10.000 Jam Terbang Tanpa Adanya Kecelakaan, Pas untuk TNI AU
Salah satunya adalah Taiwan yang diketahui sudah beberapa kali di teror oleh armada H 6K yang melintasi wilayah Air Defense Identification Zone (ADIZ) mereka.
Terjelas dari laman Janes pada 15 Desember 2022, pesawat pengebom strategis H 6K China melakukan penerbangan dekat Taiwan.
Tak hanya H 6K saja, tetapi beberapa pesawat tempur China juga melakukan tindakan provokasi di wilayah ADIZ Tawian.
Oleh karenanya penggunaan alutsista udara seperti jet tempur generasi 4,5 atau generasi 5 dinilai perlu dalam menghadapi momok H 6K China.
Dikutip dari Military Today, H 6K merupakan pesawat tipe pengebom jarak jauh dan menjadi versi pengembangan dari jenis H-6.
Tercatat, H 6K melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2009.
Sumber lain melaporkan bahwa H 6K mulai beroperasi pada tahun 2013.
China mengoperasikan lebih dari 15 unit pembom H 6K yang saat ini masih berdinas.
Perlu diketahui jika H 6K dirancang untuk serangan jarak jauh dengan serangan stand-off.
Terutama dengan beberapa rudal jelajah anti permukaan dan serangan udara ke darat bisa dilakukan H 6K.