nasional

TNI AD Bersama Yon Parako 466 Pasgat Ikut Bantu Pencarian dan Evakuasi Airbus H130 PK-CFX dengan Kerahkan 209 Personel

Jumat, 17 April 2026 | 13:06 WIB
TNI AD bantu Yon Parako 466 Pasgat dalam pencarian dan evakuasi korban insiden Airbus H130 PK-CFX. (Dispenad)

ZONAJAKARTA.com - TNI AD bersama personel Yon Parako 466 Pasgat ikut bergabung dalam proses pencarian dan evakuasi Airbus H130 dengan nomor seri PK-CFX yang dioperasikan oleh PT Matthew Air.

Helikopter dengan nomor seri PK-CFX itu diketahui terjatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat usai mengalami hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026 kemarin.

Untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi, TNI AD mengerahkan personelnya sebanyak 209 orang.

Baca Juga: Rencana Indonesia Tambah 18-24 Unit Rafale Sudah Ada Sejak 2025 Melalui Sebuah LoI yang Ditandatangani

Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons cepat Kodam XII/Tanjungpura untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi tim SAR gabungan di lokasi kejadian.

"Atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., dan hasil koordinasi dengan tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu secara maksimal pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi," kata Kolonel Ahmad Daud Harahap sebagaimana dikutip ZONAJAKARTA.com dari rilis resmi Dispenad berjudul "Helikopter Airbus H130 Jatuh di Sekadau, TNI AD Kerahkan 209 Personel untuk Pencarian dan Evakuasi" yang terbit pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam aksi yang dilaksanakan oleh TNI AD, Danrem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Purnomosidi hadir langsung memimpin operasi di lapangan dengan mengerahkan personel dari Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, dan Yonif 642/Kapuas.

Mereka langsung bergerak menuju titik lokasi di medan hutan yang sulit dijangkau.

Akan tetapi berkat kerja keras yang luar biasa, Tim Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan akhirnya berhasil menemukan titik jatuh helikopter di tengah kondisi medan yang menantang.

Baca Juga: Rafale Diobral dengan Harga Murah ke Negara Ini Tetapi Ada Alasan di Baliknya

Proses evakuasi terhadap kru dan badan helikopter sendiri mulai lebih difokuskan sejak pagi tadi atau tepat Jumat, 17 April 2026 demi mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi medan.

Personel di lapangan pun langsung mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Danyon Parako 466 Pasgat Letkol Pas Adim Dwi Prasanda.

"Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi cuaca yang kadang-kadang berubah dengan cepat, sehingga segala kegiatan yang dilaksanakan harus mengutamakan safety," ujar Danyon Parako 466 Pasgat melalui rilis berjudul "Yon Parako 466 Pasgat Dan Basarnas Bawa Jenazah Korban Heli PK-CFX Matthew Air Nusantara Menggunakan Heli Caracal Menuju Bandara Supadio" yang diterbitkan Dispenau pada Jumat, 17 April 2026.

Halaman:

Tags

Terkini