Klien Senjata Terbesar Prancis di Asia Tenggara, Ini yang Indonesia Dapatkan Selain Rafale dan Kapal Selam

photo author
- Jumat, 17 April 2026 | 08:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026) di tengah rangkaian pengadaan alutsista strategis antara Jakarta dan Paris yang terus bergulir. (@sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026) di tengah rangkaian pengadaan alutsista strategis antara Jakarta dan Paris yang terus bergulir. (@sekretariat.kabinet)

ZONAJAKARTA.com - Ketika Presiden Prabowo Subianto kembali duduk bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026), bukan hanya agenda diplomatik rutin yang sedang berjalan.

Di balik pertemuan itu ada posisi Indonesia yang sudah bergeser dari sekadar pembeli alutsista menjadi mitra strategis yang dibutuhkan Paris di kawasan Asia Tenggara.

Prancis kini mencatat Indonesia sebagai klien pertahanan terbesar mereka di kawasan ini, melampaui negara-negara tetangga yang lebih dulu aktif berbelanja senjata.

Dan ketika sebuah negara menempati posisi itu, ada lebih banyak hal yang bisa diminta dari sekadar barang yang dikirim.

Bukan Hanya Beli Tapi Membangun

Pertanyaan paling mendasar dari hubungan pertahanan Indonesia-Prancis bukan soal berapa banyak yang dibeli, tapi soal apa yang Indonesia dapatkan selain pesawat dan kapal selam.

The Diplomat dalam artikelnya "China, France, and the Political Economy of Defense Modernization in Southeast Asia" 20 Mei 2025 mencatat bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia tidak semata membeli alutsista untuk kemampuan operasional.

Mereka menginginkan transfer teknologi, peningkatan keahlian, dan kemampuan produksi dalam negeri.

Prancis, disebutkan dalam laporan yang sama, menunjukkan kesediaan memenuhi persyaratan semacam itu, dan itulah salah satu alasan utama mengapa India menggunakan jet tempur dan kapal selam Prancis sejak lama.

Baca Juga: TNI AL Jadi Institusi Militer Pertama Uji Bus Listrik, Kasal Target Hemat BBM 50 Persen

Pola yang sama kini sedang berjalan di Indonesia.

Dua kapal selam Scorpène Evolved yang dipesan dari Naval Group Prancis tidak akan datang begitu saja dari luar, melainkan dibangun di galangan PT PAL, Surabaya, dengan skema transfer of technology penuh dari pihak Prancis.

PT PAL dan 400 Insinyur yang Sedang Belajar Membangun Kapal Selam

Kontrak pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved antara Kementerian Pertahanan RI, PT PAL, dan Naval Group secara resmi berlaku efektif pada 23 Juli 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jasmine Sheilla Putri Shakina

Sumber: The Diplomat, Naval News, Naval Group

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X