Dan alat seperti Optronique Secteur Frontal (OSF) yang berguna sebagai sistem optoelektronika jarak jauh pada Rafale F3R dan IRST (Infrared Search and Track) untuk mendeteksi.
Serta dan mengidentifikasi target jet siluman (stealth) pada jarak jauh andalan Rafale F3R yang terdapat pada bagian depan.
Dari kedua alat canggih tersebut maka Rafale F3R masih didukung dengan radar AESA jenis RBE2 membuat jet tempur ini sangat luar biasa.
Teruntuk senjata yang bisa dibawa Rafale F3R sangatlah beragam dan memiliki taring luar biasa.
Itu dibuktikan dari adanya informasi dari haf gr (Hellenic Air Force), Rafale F3R bisa membawa rudal Meteor, MICA EM/IR, rudal jelajah SCALP EG, serta Exocet AM39 Block 2 Mod 2.
Juga sebagai senjata presisi seperti GBU 12/16/24 dan AASM Hammer jadi andalan Rafale F3R.
Lalu untuk spesialisasi jarak dekat ada meriam 30 mm di Rafale F3R untuk menghadapi beberapa ancaman.
Dengan berbagai senjata ini maka pada Rafale F3R masih memiliki sistem canggih berupa SPECTRA (Self-Protection Equipment to Counter Threats for RAFALE Aircraft).
SPECTRA sendiri menjadi alat canggih yang dikhususkan untuk Rafale F3R untuk misi peperangan elektronika.
Mulai dari menangkal ancaman peperangan elektronika sampai melakukan serangan elektronika bisa menggunakan SPECTRA yang ada di Rafale F3R.
Selain itu, Rafale F3R sendiri menjadi jet tempur yang masih mengandalkan sistem pengisian ulang di udara jenis probe drogue aerial refueling.
Itu artinya pilot Rafale F3R harus mengendalikan pesawat untuk bisa melakukan probe drogue aerial refueling di udara.
Dijelaskan dari MBDA pada 18 Maret 2022, Rafale F3R sekarang mampu menggunakan pod penunjukan laser beresolusi tinggi TALIOS.