Alhasil Rafale F3R dapat menghasilkan gambar dalam rentang tampak dan inframerah dan akan mendapat manfaat dari peningkatan kapasitas yang memungkinkannya.
Terutama dalam melakukan intelijen dan akuisisi target, dan misi pelacakan dan penunjukan mampu dilakukan Rafale F3R.
Secara khusus, Rafale F3R akan menampilkan kapasitas pelacakan target tetap atau bergerak yang baru dan lebih efisien.
Serta kapasitas deteksi target bergerak otomatis membuat Rafale F3R handal dalam misi pengintaian, pengawasan dan intelijen.
Dari penjelasan ini maka jelas saja jika Rafale F3R yang akan dimiliki Indonesia lebih mumpuni dari jet tempur milik Malaysia yang berjenis Su-30MKM. ***