ZONAJAKARTA.com - Mendadak Lantamal XI Merauke mendapat laporan bahwa pada Minggu 5 Maret 2023 ada kapal pesiar KM Vivie Rae II terombang-ambing di laut Arafuru.
KM Vivie Rae II diketahui rusak mesin sehingga ia terombang-ambing tak tentu arah.
Adanya laporan ini lantas diteruskan Lantamal XI ke komando atas untuk melakukan upaya penyelamatan kepada KM Vivie Rae II.
TNI AL kemudian mengerahkan dua unsur dalam operasi SAR ini.
Baca Juga: Punya Dual Orbit Light di Tutup Lensa, HP Oppo Reno7 Z 5G Turun Harga Sejuta di Maret 2023, Ini Spesifikasinya
Pertama ialah KRI Tarakan yang sedang berada di Ambon diberangkatkan menuju titik operasi SAR.
Kemudian ada pesawat intai maritim milik Puspenerbal yakni CN-235 MPA.
Bahkan CN-235 MPA TNI AL sempat melakukan kontak radio dengan kru kapal KM Vivie Rae II untuk menanyakan status mereka.
Diketahui jika KM Vivie Rae II membawa enam wisatawan.
Untungnya semua penumpang itu dalam keadaan sehat.
Baca Juga: China Yakin Militer Indonesia Bukan Ancaman Baginya
Tapi operasi SAR ini harus ditunda lantaran cuaca buruk.
"Tim SAR gabungan yang menggunakan KN Merpati, Minggu sekitar pukul 02.00 WIT kembali ke dermaga navigasi Merauke karena setibanya di perairan Pulau Habee, kondisi laut makin ekstrem," ujar Komandan Lantamal XI Merauke Brigjen TNI Mar. Gatot Mardiyono dikutip dari Antara, Senin 6 Maret 2023.
Posisi MV Vivie Rae II berada 300 km dari dermaga Merauke tepatnya sebelah selatan pulau Komoran.
Mengenai unsur SAR yang dipakai yakni CN-235 MPA, ia bukan pesawat intai kaleng-kaleng.
CN-235 versi MPA merupakan kustomisasi dari versi standar ke patroli maritim.
Dikutip dari indonesian-aerospace.com, CN-235 220 MPA merupakan pesawat patroli maritim dengan berbagai fungsi.
"CN 235-220 merupakan pesawat yang telah terbukti tangguh untuk melakukan berbagai misi khusus seperti Search and Rescue (SAR),kontrol Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), pencegahan dan pengontrolan pencemaran laut, pengawasan dan keamanan laut dan Anti-Surface Warfare (ASuW).
Dari pengalaman sebelumnya, CN235-220 MPA dengan kemampuan penuh dapat bertahan lebih dari 11 jam, sementara time on station di radius 200 NM lebih dari 9 jam," jelasnya.
Baca Juga: Pilih Beli Toyota Avanza Lawas Atau Calya Baru?
Karena perannya sebagai pesawat intai maka ia memiliki segala pernak pernik alat memata-matai.
Ada Surveillance Radar, EO IR Sensor, IFF Interogator, Automatic Identification System, hingga Electronic Support Measure (ESM).
Jika untuk mencari KM Vivie Rae II jelas sangat mudah bila menggunakan CN-235 MPA.***