ZONAJAKARTA.com - Rusia nampaknya sudah kehilangan sedikit kepercayaan diri dalam menghadapi Ukraina.
Rusia paling tidak pernah mengerahkan senjata-senjata era Perang Dingin dalam menghadapi Ukraina.
Ukraina memiliki keuntungan teknis kala berperang dengan Rusia.
Yakni jaringan komunikasi dan jamming yang didukung oleh NATO.
Baca Juga: Rolls Royce AE 2100, Mesin Turboprop C-130 Super Hercules Indonesia Juga Dipakai N-250 Gatotkaca
NATO mau bagaimanapun memiliki jaringan komunikasi dan peperangan elektronika tercanggih.
Perang elektronika mereka mungkin saat ini cuma bisa dilawan oleh China.
Sebab China memiliki jaringan nirkabel macam satelit militer dan lain sebagainya secara mandiri.
Berbeda dengan Rusia, sejak kejatuhan Uni Soviet mereka kurang upgrade soal perang elektronika.
Untuk memaksimalkan gebukannya di Ukraina, Rusia saat ini mengujicoba langsung senjatanya yang bahkan baru selesai dibuat.
Saah satunya ialah smart bomb UPAB 1500B.
Baca Juga: C-130 Special Operation, Hercules Versi Paling Canggih, Apakah Indonesia Tertarik Beli?
UPAB 1500B merupakan gliding bomb yang baru saja selesai dibuat Rusia.
Tanpa basa-basi mereka langsung meluncurkannya ke Ukraina.
Dikutip dari Defense Express 6 Maret 2023, UPAB baru saja menghantam Chernihiv, Ukraina.
Bom tersebut sukses menghajar objek sasaran yang terlindungi dari jarak 40 km.
Ia diluncurkan dari ketinggian 14.000 kaki, senjata yang mengerikan.
Peluncuran setinggi itu untuk mengurangi resiko pesawat ditembak jatuh.
Target favorit UPAB ialah bunker beton atau bangunan yang memang difungsikan sebagai pusat komando lawan.
Besok apa lagi yang akan dicoba Rusia di Ukraina?*
Baca Juga: C-130 Super Hercules, Pesawat Angkut Taktis Pendukung Mobilitas Militer Indonesia