ZONAJAKARTA.com - Kebakaran Depo Pertamina Plumpang sudah tewaskan 13 orang dan 49 korban luka bakar.
Dan menurut laporan terbaru, sudah ada 600 lebih pengungsi akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang itu.
Salah satu yang menjadi polemik saat ini adalah lokasi Depo Pertamina Plumpang itu sendiri.
Posisinya yang terlalu berdekatan dengan pemukiman menjadi masalah sendiri.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Depo Pertamina Plumpang Rugikan Ratusan Warga Sekitar, Pengamat Jelaskan Penyebabnya
Karena salah satu yang menyebabkan kebakaran semakin besar yaitu rumah-rumah warga di sekitarnya.
Hal ini juga dijelaskan oleh pengamat BUMN bernama Toto Pranoto.
Dijelaskan di Ragam Indonesia, Toto menganggap masalah ini sebagai persoalan yang klasik.
Maksudnya? Dia menjelaskan pada awalnya tidak ada warga sekitar yang tinggal di dekat depo itu.
Baca Juga: Sebelum Depo Pertamina Plumpang Meledak, Ternyata Warga Sekitar Sudah Rasakan Ini, Pertanda?
“Saat Depo Pertamina Plumpang pertama kali dibangun, tidak ada satupun rumah warga di sekitarnya”, tutur Toto.
Tapi karena buruknya koordinasi akan tata kelola, rumah di sekitar depo itu semakin ramai.
Bagi Toto, ini lah salah satu faktor yang menyebabkan korban lebih banyak dari sisi warga.
“Korban jiwa mungkin sebagian besar dari masyarakat yang rumahnya berhimpitan dengan Depe Pertamina Plumpang tersebut”.