Atau secara umum tidak didapati adanya hambatan amunisi dalam melakukan penembakan atau misfired, serta tidak terjadi crack pada struktur konstruksi pondasi meriam.
Kegiatan pengujian dilanjutkan dengan uji tembak sasaran udara yang melibatkan pesawat tanpa awak.
Terdapat dua mode tes yang dilaksanakan, yakni posisi terbang pesawat dengan pola geostationary dengan altitude setinggi 200 meter di atas permukaan air laut dan pola singular mengelilingi own unit dengan altitude setinggi 300 meter di atas permukaan air laut.
Hasilnya, per 26 Januari 2023, uji penembakan sasaran udara pesawat telah sukses dilakukan dengan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan yang dimandatkan dalam kontrak.
Sebagai KCR 60M, KRI Kapak 625 dirancang untuk mampu menghancurkan target permukaan dan target udara.
Proses instalasi senjata, integrasi sistem sensor dan senjata, telah dilaksanakan sebelum rangkaian pengujian kelaikan tempur.
Diharapkan, dengan keberhasilan tes ini, KCR 60M ke-5 dapat meningkatkan kekuatan yang optimal dalam penembakan senjata pada mode combat.
KCR 60M ke-5, menurut dia, setelah menyelesaikan beberapa tahapan lagi, setelahnya akan diserahkan dan rencananya diluncurkan secara langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto.
"Hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum dilakukan serah-terima kepada user. Keberhasilan pengujian ini menunjukkan dengan nyata bahwa PT PAL Indonesia mampu mempertahankan kualitas produk secara berkelanjutan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Alutsista Matra Laut bagi TNI AL," kata Iqbal Fikri seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara.***