KSOT dapat menjelajah di bawah laut selama 72 jam dengan kecepatan 20 knot sejauh 203 mil.
Keberadaan kapal selam ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan sistem pertahanan mandiri dan inovatif.
KSOT akan menjadi fondasi awal dalam pengembangan armada kapal selam otonom Indonesia di masa depan.
Sudah Uji Torpedo juga Buatan dalam Negeri
Selanjutnya tepat pada Kamis (30/10/25), KSOT untuk pertama kalinya melakukan uji tembak dengan torpedo Piranha yang juga buatan PT PAL.
“Bersama TNI AL, PT PAL Indonesia berhasil melakukan uji penembakan torpedo KSOT perairan Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur.
Torpedo yang diberi nama Piranha oleh Kepala Staf AL (KASAL) Laksamana Muhammad Ali, merupakan hasil reverse engineering yang sepenuhnya dilakukan oleh PT PAL Indonesia yang bertujuan untuk menjadi alternatif pemenuhan alat pertahanan.
Selain penembakan torpedo, KSOT juga berhasil menyelam periscope dengan variasi kecepatan”, jelas PT PAL di Instagramnya (31/10/25).
Baca Juga: Singapura telah Menerima 3 dari 6 Kapal Selam Barunya, Kapan Indonesia Memperoleh Scorpene Evolved?
***