ZONAJAKARTA.COM- Tak cukup cuma dengan 13 radar GCI GM-403 dari Thales Prancis, Indonesia rupanya juga akan memborong radar Retia, buatan Ceko.
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra saat ditemui di kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (10/7/2024), menjelaskan radar-radar buatan Thales, Perancis, nantinya ditempatkan di kawasan yang berbeda dengan radar-radar buatan Retia, Ceko.
“Kami ada dua (pengadaan, red.), ada pengadaan dari Thales, satu lagi dari Eropa Timur sehingga nanti kita bagi yang di Eropa Timur di mana dan sebagian dari Eropa (Barat, red.) sehingga nanti semua terkelompok,” kata Andyawan seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara edisi 10 Juli 2024.
Dia menyebutkan beberapa tempat yang direncanakan menjadi lokasi radar, diantaranya di Sorong, Papua Barat Daya; Jayapura, Papua; dan Tambolaka, Nusa Tenggara Timur.
“Ada daerah Sumatera, ada lengkap semuanya,“ kata Wakil KSAU.
Dia menambahkan beberapa radar baru yang dibeli Indonesia dari Perancis dan Ceko juga akan menggantikan radar-radar lama yang saat ini memperkuat pertahanan udara Indonesia.
“Ada beberapa yang nanti mengganti radar-radar kita yang lama.
Radar kita yang lama teknologinya dari 1970-an, 1980-an, kita ganti,” kata Andyawan.
"Kementerian Pertahanan RI membeli 13 radar GCI dari Thales dan 12 radar dari Retia Ceko untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
Dalam pengadaan radar GCI, Thales bekerja sama dengan PT Len Industri untuk memproduksi 13 radar tersebut," jelas Antara.
TNI Angkatan Udara berencana menempatkan radar-radar baru buatan Thales dan Retia di beberapa lokasi di Indonesia, diantaranya di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) dan di wilayah Papua seperti di Sorong dan Jayapura.
Setidaknya akan ada 25 radar baru yang akan membantu TNI AU memantau wilayah Indonesia.