Pamor Rafale Meredup? Indonesia Ogah Repeat Order, India Review Deal, UAE Mundur dari F5, Jerman Frustrasi FCAS

photo author
Dian Farida Hanum, Zona Jakarta
- Sabtu, 18 April 2026 | 07:48 WIB
Pamor Rafale meredup: India, UAE, Jerman, dan Indonesia tinjau ulang kerja sama dengan Dassault. Mengapa mereka mulai tinggalkan jet Prancis (DASSAULT/WIKIPEDIA)
Pamor Rafale meredup: India, UAE, Jerman, dan Indonesia tinjau ulang kerja sama dengan Dassault. Mengapa mereka mulai tinggalkan jet Prancis (DASSAULT/WIKIPEDIA)

ZONAJAKARTA.com - Kementerian Pertahanan Indonesia secara tegas membantah rencana penambahan order jet tempur Rafale dari Prancis.

Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kemhan Rico Ricardo Sirait pada pertengahan April 2026.

Menurutnya hingga saat ini belum ada keputusan untuk mengakuisisi unit Rafale tambahan di luar kontrak 42 unit yang sudah berjalan.

Baca Juga: UPDATE! Kemhan RI Sebut Pemerintah Pertimbangkan Tambah Batch Rafale pasca Pertemuan Prabowo-Macron di Paris

Pemerintah masih memprioritaskan konsolidasi armada yang ada.

Dikutip dari Jakarta Globe, "Indonesia Says No New Rafale Order, 3 Jets Set for May Arrival", 16 April 2026, juru bicara Kemhan menyatakan tidak ada rencana order baru Rafale saat ini.

Pengiriman batch pertama Rafale ke Indonesia sudah berlangsung sejak Januari 2026.

Tiga unit pertama tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan dinyatakan siap operasional. Batch kedua dijadwalkan menyusul pada April atau Mei 2026.

Total kontrak senilai sekitar 8,1 miliar dolar AS untuk 42 unit Rafale F4 tetap berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Prabowo-Macron Konfirmasi Bahas Pengadaan Alutsista, Dassault Berharap Indonesia Tambah Rafale 18 Unit Lagi

Dikutip dari Reuters, laporan penerimaan jet pertama Indonesia dari Prancis pada Januari 2026, pengiriman batch awal menjadi bagian dari kesepakatan multi-miliar dolar.

Sebelum Indonesia mengambil sikap hati-hati, beberapa negara pengguna Rafale lainnya juga mulai meninjau ulang kerja sama mereka dengan Dassault Aviation.

Tren ini menunjukkan bahwa pamor jet tempur Prancis tersebut mulai meredup di pasar internasional.

Berbagai mitra utama Dassault kini menghadapi tantangan serupa terkait transfer teknologi, pembagian pekerjaan, dan sensitivitas anggaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dian Farida Hanum

Sumber: Reuters, Analytics Insight, Eurasian Times, Jakarta Globe, AeroTime

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X