nasional

Garuda Aerospace yang Berhasil Kerja Sama Thales Prancis untuk Amankan Operasional Drone Bukan Perusahaan Indonesia

Jumat, 9 Agustus 2024 | 05:56 WIB
Garuda Aerospace yang Berhasil Kerja Sama Thales Prancis untuk Amankan Operasional Drone Bukan Perusahaan Indonesia

Sejak Perdana Menteri yang Terhormat Shri Narendra Modi ji meluncurkan 100 drone Garuda di 100 Desa, kami telah meningkatkan dan memperkuat dominasi pasar di segmen drone pertanian presisi di mana 50% drone pertanian di India adalah milik Garuda.

Dilengkapi dengan armada terbesar di India ditambah dengan teknologi UTM Thales dan pengalaman mereka di seluruh dunia, Garuda Aerospace akan bertujuan untuk merevolusi sektor drone dan memainkan peran kunci dalam transformasi India menjadi pusat kekuatan drone global.”

Garuda Aerospace yang Berhasil Kerja Sama Thales Prancis untuk Amankan Operasional Drone Bukan Perusahaan Indonesia

Thales (Euronext Paris: HO) adalah pemimpin global dalam teknologi canggih yang mengkhususkan diri dalam tiga domain bisnis: Pertahanan & Keamanan, Penerbangan & Antariksa, serta Keamanan Siber & Identitas Digital.

Ia mengembangkan produk dan solusi yang membantu menjadikan dunia lebih aman, lebih hijau, dan lebih inklusif.

Grup ini berinvestasi sekitar €4 miliar per tahun dalam Penelitian & Pengembangan, khususnya di area inovasi utama seperti AI, keamanan siber, teknologi kuantum, teknologi cloud, dan 6G.

Thales memiliki sekitar 81.000 karyawan di 68 negara. Pada tahun 2023, Grup ini menghasilkan penjualan sebesar €18,4 miliar.

Baca Juga: Bayraktar Kizilelma Versi Miniatur Sudah Ditenteng Menhan Indonesia di Turki, NKRI Jadi Beli Drone Berdaya Serang Tinggi?

Dikutip Zonajakarta.com dari Financial Express edisi 30 JUli 2024, kemitraan antara Garuda Aerospcae dan Thales Prancis ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan mengamankan operasi drone untuk mendukung ambisi India untuk menjadi pusat drone global pada tahun 2030.

"Berdasarkan perjanjian tersebut, Thales akan menyumbangkan keahliannya dalam solusi Manajemen Lalu Lintas Tak Berawak (UTM), deteksi UAV, dan integrasi sistem.

Teknologi ini sangat penting untuk manajemen operasi pesawat nirawak yang lancar, guna memastikan wilayah udara yang aman dan terlindungi.

Thales memiliki rekam jejak yang kuat dalam merancang dan mengembangkan solusi menyeluruh untuk integrasi pesawat nirawak, bekerja sama erat dengan otoritas penerbangan sipil dan penyedia layanan navigasi udara.

Kemampuan mereka meliputi pengelolaan otorisasi penerbangan UAV, penyediaan teknologi radar dan sensor untuk deteksi UAV, dan pengembangan sistem UTM yang canggih," jelas Financial Express.

Meskipun memiliki nama awal yang sama maskapai penerbangan Indonesia namun Garuda Aerospace adalah perusahaan rintisan teknologi pesawat nirawak terkemuka di India yang berfokus pada disrupsi dua sektor utama bernilai miliaran dolar, yaitu Precision Agri Tech dan peningkatan Industri 4.0.

Baca Juga: Tentara USMC Amerika Serikat Harus Diajari Marinir TNI AL Indonesia Teknik Komunikasi & Cara Pakai Drone Intai Karena 1 Alasan

Halaman:

Tags

Terkini