nasional

Garuda Aerospace yang Berhasil Kerja Sama Thales Prancis untuk Amankan Operasional Drone Bukan Perusahaan Indonesia

Jumat, 9 Agustus 2024 | 05:56 WIB
Garuda Aerospace yang Berhasil Kerja Sama Thales Prancis untuk Amankan Operasional Drone Bukan Perusahaan Indonesia

Garuda Aerospace memiliki aset yang ringan, tahan resesi, agnostik, dan berfokus pada penghapusan pekerja di bidang pertanian dengan pesawat nirawak yang berfokus pada perancangan, pembangunan, dan kustomisasi Kendaraan Udara Nirawak (UAV).

Garuda Aerospace yang Berhasil Kerja Sama Thales Prancis untuk Amankan Operasional Drone Bukan Perusahaan Indonesia

Didirikan pada tahun 2015 dengan tim yang terdiri dari 5 orang, Garuda telah berkembang menjadi tim beranggotakan 200+ orang yang memiliki armada pesawat nirawak terbesar di India dengan lebih dari 2500 pesawat nirawak dan 4000 pilot yang beroperasi di 400 distrik.

Garuda Aerospace memproduksi 30 jenis pesawat nirawak dan menawarkan 50 jenis layanan.

Setelah melayani lebih dari 750 klien termasuk TATA, Godrej, Adani, Reliance, Swiggy, Flipkart, Delhivery, L&T, Survey of India, SAIL, NTPC, IOCL, Smart cities, Intel, Amazon, Wipro, IISC, MIT Boston, NHAI untuk berbagai proyek, perusahaan baru-baru ini bermitra dengan raksasa global seperti Lockheed Martin, Cognizant dan Elbit Systems.

Perdana Menteri India Shri Narendra Modi Ji meluncurkan yatra drone di mana 100 drone dikibarkan secara serentak di 100 desa di India.

Garuda Aerospace adalah perusahaan drone pertama yang mendapatkan persetujuan DGCA untuk Sertifikasi Tipe dan Organisasi Pelatihan Pilot Jarak Jauh.

Baca Juga: Tentara USMC Amerika Serikat Harus Diajari Marinir TNI AL Indonesia Teknik Komunikasi & Cara Pakai Drone Intai Karena 1 Alasan

Garuda memiliki misi untuk memberi dampak positif pada 1 miliar jiwa menggunakan Teknologi Drone presisi yang terjangkau.

Mahendra Singh Dhoni telah berinvestasi di perusahaan tersebut dan menjadi Duta Merek.

***

Halaman:

Tags

Terkini