ZONAJAKARTA.com - Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara jenis Airbus H-130 lepas landas dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya pada Kamis, 16 April 2026 pukul 07.34 WIB, membawa dua kru dan enam penumpang.
Kontak dengan helikopter terputus sekitar pukul 08.39 WIB di wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter beserta seluruh delapan korban, semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi kemudian dilanjutkan oleh Yon Parako 466 Pasgat bersama Basarnas dengan seluruh jenazah diangkut menggunakan helikopter Caracal TNI AU dari Sekadau menuju Bandara Supadio, Pontianak.
Lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan hutan lebat dengan kondisi geografis yang sulit, perbukitan terjal dan akses darat terbatas menjadi kendala utama tim evakuasi di lapangan.
Tim gabungan bahkan terpaksa bermalam di sekitar titik lokasi kejadian karena kondisi gelap dan medan tidak memungkinkan evakuasi dilanjutkan pada malam hari.
Operasi dilanjutkan Jumat pagi dengan mengerahkan berbagai moda transportasi.
Helikopter untuk pemantauan udara, kendaraan darat, hingga tim berjalan kaki menembus medan curam untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa diakses kendaraan.
Komandan Yon Parako 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, S.A.P., menegaskan bahwa seluruh korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Ia menyampaikan bahwa selain mengevakuasi jenazah, serpihan helikopter PK-CFX juga akan diamankan dari Kabupaten Sekadau untuk keperluan investigasi.
Dalam proses evakuasi, prioritas utama yang dipegang tim adalah keselamatan mengingat kondisi cuaca di wilayah pedalaman Kalimantan Barat yang bisa berubah dengan cepat dan tidak terduga.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga warga setempat.