Self-sustainment dan military gender di Komandemen, serta bidang sensor, senjata, komando kendali, permesinan, dan logistik di Longroom Bintara. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cindera mata di Geladak Heli.
Menutup kunjungan, Tim evaluator memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan KRI dalam memenuhi seluruh standar yang ditetapkan PBB serta outstanding performance dalam pelaksanaan tugas yang dimandatkan PBB.
Ketua tim juga menyampaikan terima kasih dan kesan yang mendalam atas sambutan, keramah tamahan dan performa impresif prajurit.
Keberhasilan KRI Frans Kaisepo 368 dalam mengikuti First Quarter Evaluation ini sejalan dengan penekanan KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
Agar selalu meningkatkan kesiapan tempur & kesiapsiagaan SSAT dimanapun berada sehingga dapat dikerahkan setiap saat.
Dijelaskan dari Dispen AL, KRI Frans Kaisiepo 368 memperkuat Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada Timur (Koarmatim) yang berkemampuan multifungsi.
Kemampuan multifungsi dari KRI Frans Kaisiepo 368 mampu menjalankan misi pengawalan, SAR, anti kapal selam, anti permukaan, anti udara, patroli, infiltrasi, dan masih banyak lagi.
Untuk misi anti kapal selam di KRI Frans Kaisiepo 368 terdapat 2 × triple launchers for 3A 244S di sisi kanan dan kiri.
Untuk itu KRI Frans Kaisiepo 368 mampu menjalankan misi anti kapal selam berbagai jenis.
Sedangkan untuk misi anti kapal permukaan pada KRI Frans Kaisiepo 368 terdapat 1 unit Oto Malera 76 mm anti permukaan yang berada di depan.
1 unit Oto Malera 76 mm pada KRI Frans Kaisiepo 368 juga didukung dengan 2 unit 20 mm Dennel GI-2 Gun berkemampuan anti udara dan permukaan.
Serta 4 unit rudal anti kapal legendaris Exocet MM40 Block III jadi taring utama anti permukaan pada KRI Frans Kaisiepo 368.
KRI Frans Kaisiepo 368 juga memiliki sistem pertahanan udara jarak dekat Mistral Tetral di bagian depan dan belakang.