Dan memang benar, karena cita-cita Sri Mulyani adalah menciptakan Kemenkeu yang jujur, bersih, dan profesional.
Tapi karena kasus ini, Rocky Gerung menilai gagalnya Sri Mulyani sebagai Menkeu mengolah hal yang paling strategis dari negara, yaitu pajak.
“Kejadian ini membatalkan seluruh award yang pernah Sri Mulyani dapatkan”.
“Dari sini kita tahu, bahwa pajak adalah pintu masuk membongkar semua kejahatan”, ungkap Rocky.
Pengamat politik untuk melanjuti, bahwa Sri Mulyani sebagai Menkeu bertanggung jawab dalam dua hal.
“Satu adalah akuntansi atau sistem pengecekan di kementeriannya yang ternyata lolos”.
“Buktinya, Kemenkeu tidak punya sistem berlapis untuk mengetahui potensi kejahatan dari aparat-aparatnya”, terang Rocky.
“Kedua, secara moral Sri Mulyani seharusnya malu dan rasa itu harusnya ditunjukkan dengan mengundurkan diri”.
“Mengapa? Karena dia simbol moral. Sri Mulyani berjanji untuk menegakkan keadilan dan integritas dll”, sambungnya.
Terakhir, Rocky kecewa dengan tabiat pejabat yang main-main dengan pajak rakyat.
“Kita bayar pajak bahkan lebih agar petugas-petugas itu tidak ngerampok, saya anjurkan untuk memboikot pajak”, tutur Rocky Gerung menyudahi.
Mengomentari semua itu, Menkeu Sri Mulyani meminta masyarakat untuk tetap bayar pajak.
Sri Mulyani juga menghimbau masyarakat untuk tetap melaporkan Surat Pemberitahuan Tahun (SPT) pajak penghasilan.