Karena bagi Menkeu, apa yang dilakukan oleh satu anak pejabat tidak mempengaruhi komitmen bersama dalam membangun negeri.
“Saya mengimbau masyarakat yang mungkin kecewa dan mungkin memiliki kemarahan terkait tingkah laku dari putra seseorang jajaran Kemenkeu tidak mempengaruhi komitmen bersama untuk membangun Indonesia”, ujarnya dikutip dari Antara News.
Meskipun begitu, Sri Mulyani memaklumi mengenai stigma negatif masyarakat terhadap perilaku anak pejabat tersebut.
Menkeu paham kenapa masyarakat kecewa dan enggan membayar pajak.
Untuk memperbaiki ini sekarang dan ke depannya, Menkeu berjanji bahwa Kemenkeu akan terus menjadi instansi yang terbuka pada koreksi dari seluruh lapisan masyarakat.
Lalu menanggapi anjuran Menkeu, hastag Sri Mulayni OMDO pun membanjiri Twitter.
Beberapa cuitan kekecewaan rakyat terkait perilaku pejabat yang pamer harta ditambah hastag tersebut.
“Audit semua pejabat pajak, kalau mau bersih2 bu Sri”.
“Mereka digaji dari uang pajak yang mereka pungut kan?
Rakyat dapat apa?? Bukankah negara dibuat untuk memakmurkan rakyatnya?? Kalo masih menyengsarakan rakyatnya, lalu BUAT APA ADA NEGARA??”
“Orang bijak akan merasa malu jika kata-katanya lebih baik daripada tindakannya”.
“Jangan lupa bayar pajak yang sob, masih banyak pegawai pajak yang butuh kita kasih subsidi”.