Dalam sejrahnya, Sat 81 Kopassus dibentuk pada tahun 1981 dan pada waktu itu namanya dikenal dengan nama Detasemen Khusus 81 Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Sebelum terbentuknya Sat 81 Kopassus ternyata ada peran besar dari seorang Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan.
Pasalnya seusai operasi di Timor Timur pada waktu itu Prabowo dan Luhut dikirim oleh sekolah satuan elite AS.
Setelah dikirim dari AS akhirnya Prabowo dan Luhut diperintahkan oleh Benny Moerdani untuk sekolah anti teror GSG9 di Jerman.
Pada akhirnya selesai sekolah anti teror GSG9 di Jerman Prabowo dan Luhut diperintahkan untuk membentuk Kopassandha (Sat 81 Kopassus).
Terbukti jika Sat 81 Kopassus telah sukses menjalankan banyak operasi anti teror.
Seperti operasi pembebasan sandera Garuda DC-9 Woyla yang sukses membuat nama Sat 81 Kopassus melejit tinggi.
Lalu ada operasi pembebasan Operasi Mapenduma yang membebaskan sandera 9 peneliti asing yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz di Papua pada 1996 dilakukan Sat 81 Kopassus.
Kemudian Sat 81 Kopassus diketahui pernah melakukan operasi pembebasan kru KMV Sinar Kudus dari perompak di Somalia pada 2011.
Serta yang terbaru dari aksi Sat 81 Kopassus adalah operasi pembebasan 347 sandera di Tembagapura, Papua pada 2017.
Serta masih banyak operasi rahasia lainnya sukses dilakukan oleh Sat 81 Kopassus.
Ada dugaan jika Sat 81 Kopassus juga melakukan aksi anti teror di Indonesia dan tergabung juga dalam misi pengawalan Presiden dan Wakil Ppresiden (Paspampress).
Dari deretan aksi tersebut maka tak heran jika Sat 81 Kopassus namanya sudah sangat melegenda.