“Kapal ini memiliki kemampuan bollard pull 35 ton, sudut pandang anjungan hingga 360 derajat, pemindahan kapal,
Dan escorting services dengan menggunakan winch yang ada di haluan dan buritan, dilengkapi dengan sistem propulsi azimuth stern drive sehingga kapal dapat bermanuver 360 derajat diam di tempat”, tegas Laksamana Muda TNI Agus Santoso.
Dari penjelasan ini maka peran kapal tunda tersebut berguna dalam melakukan pergeseran kapal saat merapat maupun lepas dari pelabuhan.
Apalagi dengan bertambahnya unsur KRI di Koarmada III yang saat ini sudah diperkuat kapal jenis angkut tank, bantu rumah sakit dan patroli sehingga dibutuhkan adanya kapal tunda.
Baca Juga: GPMG yang Digunakan Oleh Satuan Korps Marinir TNI AL Sangat Luar Biasa: Melegenda Akan Kemampuannya
“Pembangunan dua kapal tunda tersebut guna peremajaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL”, ungkap Laksamana Muda TNI Agus Santoso.
Pada tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali baru-baru ini menegaskan bahwa, langkah tersebut diambil guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian.
Sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), serta meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global.***