K7 Daewoo Masih Diakui Sebagai Senjata Spesialisasi CQC Pasukan TNI, Andalan Satuan Hantu Laut yang Mematikan

photo author
Galuh Chandra, Zona Jakarta
- Jumat, 10 Maret 2023 | 06:10 WIB
Prajurit TNI AL yang menggunakan senapan K7 Daewoo  (Dispen AL Koarmada I)
Prajurit TNI AL yang menggunakan senapan K7 Daewoo (Dispen AL Koarmada I)

ZONAJAKARTA – Sosok K7 Daewoo sebagai senjata Close Quarters Combat (CQC) memang sudah tidak diragukan lagi akan kemampuannya.

Pasalnya dari satuan elite sampai satuan reguler sudah banyak yang mengandalkan K7 Daewoo sebagai ujung tombaknya.

Itu diperlihatkan dalam latihan awak kru KRI Usman Harun 359 yang diketahui menggunakan K7 Daewoo dalam VBSS (Visit Board Search and Seizure) yang di publish Instagram satkor.koarmada1 pada 9 Maret 2023.

Baca Juga: Profil Laksda TNI Denih Hendrata: Lulusan AAL Tahun 1989 yang Saat Ini Duduki Jabatan Strategis di TNI AL

Dalam latihan VBSS tersebut awak kru KRI Usman Harun 359 menggunakan K7 Daewoo dan senjata serbu lainnya yang dilatih oleh pasukan khusus TNI AL Kopaska.

Terlepas dari itu ada penjelasan dari Dispen Kormar pada 6 Maret 2023 jika prajurit dari Batalyon Infanteri 2 Marinir (Yonif 2 Marinir) melakukan latihan malam dengan K7 Daewoo.

Dalam latihan malam tersebut para prajurit Yonif 2 Marinir menggotong K7 Daewoo beserta peralatan tempur malam berupa Night Vision Google (NVG).

Dan pada penjelasan kali ini kita akan membahas lebih lengkap dari K7 Daewoo.     

Dijelaskan dari Weapon Systems, K7 Daewoo adalah senjata spesialisasi Pertempuran Jarak Dekat (PJD).

Dengan dikategorikan sebagai PJD maka K7 Daewoo termasuk kedalam sub machine gun (SMG).

Yonif 2 Marinir dengan K7 Daewoo dalam pertempuran malam
Yonif 2 Marinir dengan K7 Daewoo dalam pertempuran malam (Dispen Kormar)

Di negara pembuatnya yaitu Korea Selatan (Korsel), K7 Daewoo sudah banyak dipakai luas oleh satuan elite negara K-Pop. 

Mulai dari satuan elite militer 3 matra sampai satuan elite Kepolisian menggunakan K7 Daewoo.

Penggunaan K7 Daewoo sendiri didasarkan pada tahun 2000-an pada saat Korsel membutuhkan senjata alternatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Galuh Chandra

Sumber: Dispen Kormar, Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X