ZONAJAKARTA.com - India tengah dilanda problem dengan Dassault Aviation mengenai keengganan pabrikan tersebut untuk berbagi source code Rafale.
Hal ini menjadi celah bagi Rusia untuk semakin agresif menawarkan mitra lamanya berupa jet tempur Su-57 yang diproduksi oleh Sukhoi.
Tak tanggung-tanggung, India ditawari untuk membeli Su-57 dalam jumlah 100 unit sekaligus.
Seperti yang sudah diketahui, India saat ini tengah mengembangkan program Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) dalam rangka mencapai kemandirian alutsista yang paripurna.
Dilansir ZONAJAKARTA.com dari laman Defence Security Asia edisi Kamis, 16 April 2026 dalam artikelnya yang berjudul "Russia Offers India 100 Locally Built Su-57 Stealth Fighters as New Delhi Faces Growing J-20 Threat and Fighter Squadron Crisis", kemungkinan terkait pengadaan Su-57 tak lepas dari visi yang hendak dicapai itu.
Apalagi secara kapasitas, New Delhi masih belum sepenuhnya memenuhi kriteria dan membutuhkan banyak ilmu maupun keterampilan dari negara lain yang sudah lebih dulu memiliki kredibilitas.
Akan tetapi dalam perjalanannya, rencana untuk mengakuisisi 114 unit Rafale yang hampir mencapai kesepakatan dihantui jalan terjal.
Dassault Aviation seperti enggan untuk berbagi source code yang memungkinkan Negeri Bollywood itu bisa memodifikasi persenjataan pada pesawat yang nantinya akan dioperasikan Angkatan Udara India (IAF) secara independen.
Sementara dari sisi Prancis, pihaknya bersikeras bahwa source code merupakan hal yang harus dilindungi demi menjaga kedaulatan teknologi agar tak bebas jatuh ke tangan pihak lain yang tidak mereka inginkan.
Penawaran Lebih Atraktif
Dalam kondisi seperti ini, Rusia mencoba untuk mengambil kesempatan dengan mengajukan penawaran yang lebih atraktif.
Bukan hanya puluhan unit, mereka bahkan langsung menyodorkan Su-57 ke India sebanyak 100 unit.
Apalagi Moskow mengetahui bahwa New Delhi sangat menanti-nantikan transfer teknologi (ToT) utuh, sebagaimana pernah dijanjikan oleh Paris.