Pesawat pejuang Russia itu selamat kembali pangkalan udara mereka, didakwa di Crimea,milik Ukraine tetapi kini dijajah oleh Russia.
Sukhoi Su-27 lahir pada era Perang Dingin, tetapi kehadirannya sampai saat ini masih sering menjadi perbincangan hangat.
Baca Juga: Diberi Baret Jingga, Prabowo Subianto Resmi Jadi Warga Kehormatan Kopasgat TNI AU, Menhan Janji Jaga Hal Ini
Tak salah lagi, ini semua karena Su-27 telah mencetak berbagai sejarah mengagumkan selama layanannya di Rusia.
Su-27 Flanker menjadi pesawat tempur besar terakhir yang memasuki layanan Angkatan Udara Soviet.
Tentu saja, karena ia 'lahir' pada era Perang Dingin, kehadirannya akan berkaitan dengan senjata milik AS.
Baca Juga: Pesawat Bekas Qatar Mirage 2000-5 Masih Bisa Dibeli? Menhan Indonesia Kasih Kode Begini di Depan TNI AU
Dilansir Zonajakarta.com dari 19fortyfive.com, jet tempur ini dikembangkan selama Perang Dingin oleh Biro Desain Sukhoi.
Ia mampu bermanuver dan memiliki mesin ganda yang canggih.
Dan yang paling penting, Su-27 merupakan 'jawaban' dari adanya pesawat tempur generasi keempat Amerika Serikat termasuk Grumman F-14 Tomcat dan F-15 Eagle.
Baca Juga: Daya Jelajahnya Sampai China & India, Ini Spek C-130J Super Hercules Milik TNI AU yang Punya Ukuran Tak Biasa
Ia juga dimaksudkan untuk mengalahkan pesawat tempur AS di Eropa Tengah dalam konflik Pakta NATO-Warsawa dan untuk berpatroli di wilayah udara Uni Soviet melawan pembom AS.
Su-27 lantas menjadi andalan bagi Soviet dalam mencegat pembom Komando Udara Strategis Amerika termasuk B-52 dan B-1.
Awalnya, Su-27 tidak dirancang untuk ekspor.
Baca Juga: C-130J Super Hercules Bisa Mendarat di Landasan Tanah, Pasir & Berkerikil, Ini Keunggulan Pesawat Baru TNI AU
Namun, produksi Su-27 berlanjut di hari-hari terakhir Uni Soviet dan diekspor ke China, Vietnam, Ethiopia, dan Indonesia.
Tak hanya itu, di Rusia, Su-27 menjadi dasar pengembangan varian lanjutan termasuk Su-30, versi kapal induk Su-33 dengan sayap lipat, Su-34, Su-35 dan Su-37.
Bersama Su-30, Su-27 pun menjadi andalan militer udara Indonesia.***ZJ