ZONAJAKARTA.COM- Beechcraft G-58 Baron adalah pesawat udara (Pesud) milik TNI AL yang resmi bergabung pada 2015 lalu.
Pesawat udara multi engine G-58 Baron merupakan pesawat latih TNI AL menggantikan pesawat latih lama jenis Nomad N-22/24 yang kini sudah dinonaktifkan.
Beechcraft G-58 Baron dibutuhkan untuk memperlancar proses kualifikasi penerbang TNI AL yang selanjutnya akan mengawaki pesawat udara operasional seperti CN 235-200 maupun Casa NC 212-200.
G-58 Baron memiliki kapasitas 6 orang ini sengaja diakuisisi Indonesia agar lebih efektif dalam memperlancar peningkatan kualifikasi para penerbang fixedwing TNI AL.
Dikutip Zonajakarta.com dari Puspen TNI, G-58 Baron memiliki tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan yang tinggi.
Pesawat ini dapat dioperasikan sesuai kebutuhan manuver yang diprogramkan.
Tak hanya itu, pesawat ini juga dilengkapi dengan kemajuan teknologi pesawat udara terkini Glasscockpit Technology yang terintegrasi dengan Engine Instrument, Flight Instrument, Communications, Navigation, Auto Pilot dan Radar Cuaca
G-58 Baron juga memiliki Endurance 5 jam secara terus menerus dengan kecepatan 180-223 knots (333-413 Km/jam),
Pesawat ini juga memiliki performa mesin penggerak Double Engine masing-masing 300 HP, serta dapat dioperasikan hingga 20 tahun ke depan atau lebih.
Dengan beragam keunggulan Pesud TNI AL ini, pesawat G-58 Baron mampu menjadi sasaran bagi armada kapal perang Indonesia.
Hal ini terjadi dalam rangka mendukung latihan Air Defense Exercise sebagai bagian dari Lat Glagaspur Tk. III/L3 Satkor Koarmada II TA 2024 oleh KRI R.E. Marthadinata (KRI-331), Pesawat Udara (Pesud) Beechcraft G-58 Baron terbang sebagai penimbul situasi (bulsi) untuk latihan tersebut pada Selasa (19/3/2024) jelas akun Instagram @puspenerbal seperti dikutip Zonajakarta.com.