IKN Ada di Perairan Rawan, KASAL Sampai Blak-blakan Bongkar yang DIbutuhkan TNI AL Buat Awasi Perlintasan

photo author
Zulaika Rizkia, Zona Jakarta
- Minggu, 3 Maret 2024 | 22:42 WIB
IKN Ada di Perairan Rawan, KASAL Blak-blakan TNI AL Sampai Butuh Alat Ini Buat Awasi Perlintasan
IKN Ada di Perairan Rawan, KASAL Blak-blakan TNI AL Sampai Butuh Alat Ini Buat Awasi Perlintasan

ZONAJAKARTA.COM- Perpindahan Ibu Kota Negara merupakan perpindahan Center of Gravity, sehingga kebutuhan dari sisi pertahanan dan keamanan menjadi sangat krusial.

Namun siapa sangka, Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, Nusantara ternyata memiliki ancaman serius.

Tak cuma buat TNI AU, IKN Nusantara rupanya memiliki ancaman bagi TNI AL Indonesia.

Dikutip Zonajakarta.com dari Lemhannas, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto dalam Forum Dialog Nusantara (FDN) tentang “Kajian Keamanan dan Pertahanan Ibu Kota Negara Baru” pada Kamis, 17 Maret 2022, mengutarakan bahwa konsekuensi perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara adalah pergeseran pusat kekuatan (center of gravity). 

“Kerawanan utama dari Ibu Kota baru, kalau dilihat dari topografinya adalah udara,” ujar Gubernur Lemhannas RI seperti dikutip Zonajakarta.com.

Hal tersebut dilatarbelakangi karena ruang udara begitu terbuka tanpa ada kendala-kendala fisik.

Baca Juga: Ancang-ancang Teluk Jakarta Mencekam, Korvet KRI Sutedi Senoputra 378 Digembleng TNI AL Taktik Tempur Tunggal

Sejalan dengan hal tersebut, evakuasi juga dapat dilakukan karena ada bandara baru dan Bandara Sepinggan.

Oleh karena itu, Gubernur Lemhannas RI berpendapat perlu segera dirumuskan Air Defence Identification Zone atau Air Defence Identification System.

“Mungkin perlu segera dirumuskan oleh TNI, terutama TNI Angkatan Udara model dirumuskan Air Defence Identification Zone atau Air Defence Identification System,” pungkas Gubernur Lemhannas RI. 

Pembangunan sistem pertahanan di IKN tidak terlepas dari amanat UUD 1945 tentang sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta (sishankamrata).

Sishankamrata IKN dikembangkan dengan strategi pertahanan berlapis yang cerdas (Smart Defence) yaitu sinergi antara hard defence (pertahanan militer) dan Soft Defence (pertahanan nirmiliter) yang keduanya didukung dengan diplomasi pertahaan secara total. 

Dikutip Zonajakarta.com dari Kemenhan dalam Seminar Nasional Pasis Sekkau A.112 T.A.2022 yang merupakan program Kodiklatau Tahun 2022 Direktur Wilayah Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Laksamana Pertama Idham Faca selaku Dirwilhan Ditjen Strahan Kemhan menyampaikan paparan tentang tema yang diberikan dari SEKKAU yaitu “STRATEGI PERTAHANAN MATRA UDARA DI IBU KOTA NUSANTARA”.

Baca Juga: Hawk 109/209 Tertangkap Radar KRI John Lie Tapi KRI Wiratno Jadikan Kontak Musuh, Ini yang Dilakukan TNI AU & TNI AL di Perairan ALKI I NKRI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zulaika Rizkia

Sumber: ANTARA, Lemhannas.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X