Dua bulan berlalu sejak kunjungan KSAU ke Turki, TNI AU akhirnya menjatuhkan pilihan ke drone tempur yang sudah lama diincar.
Ialah Bayraktar TB2 buatan Turki yang akan memperkuat TNI AU Indonesia.
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara edisi 1 Agustus 2024, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono mengatakan pihaknya akan mendatangkan pesawat nir awak atau drone Bayraktar buatan Turki untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
"Kita akan dapatkan produk tersebut Bayraktar tipe 2.
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang berkemampuan MALE (medium altitude long endurance) dengan kemampuan LOS (land of sight) dan BILOS (beyond land of sight)," kata Tonny saat ditemui kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2024).
Tonny mengatakan pembelian drone Bayraktar itu dapat dipastikan setelah dirinya melakukan kunjungan Baykar Technology di Istanbul, Turki, beberapa waktu lalu.
Menurut Tonny, drone produksi Turki itu memiliki kualitas yang baik dan sangat tepat untuk digunakan dalam operasi pengawasan dan pengintaian.
Drone Bayraktar ini juga akan membantu kinerja drone CH-4, Anka yang baru saja dibeli TNI AU dalam menjalankan operasi militer udara Indonesia.
Namun demikian, Tonny tidak menjelaskan berapa unit yang akan dibeli dan kapan drone dari Turki itu akan datang ke Indonesia.
Dengan adanya kekuatan pesawat nir awak ini, Tonny yakin kekuatan militer Indonesia akan semakin kuat di tengah era penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) berteknologi tinggi.
Keberhasilan drone Bayraktar TB2 buatan Turki yang kini diincar Indonesia diliput secara luas di media pada tahap awal perang Rusia dan Ukraina pada 2022 lalu.
Keberhasilan drone Bayraktar TB2 Turki yang kini mau Indonesia beli ini didokumentasikan dalam video yang tak terhitung jumlahnya yang banyak dibagikan di media sosial, yang menggambarkan drone Ukraina menghancurkan kemajuan Rusia.
Dikutip dari Military Today, Bayraktar TB2 adalah kendaraan udara tak berawak alias drone Turki.