ZONAJAKARTA.com - Kementerian Pertahanan Indonesia secara tegas membantah rencana penambahan order jet tempur Rafale dari Prancis.
Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kemhan Rico Ricardo Sirait pada pertengahan April 2026.
Menurutnya hingga saat ini belum ada keputusan untuk mengakuisisi unit Rafale tambahan di luar kontrak 42 unit yang sudah berjalan.
Pemerintah masih memprioritaskan konsolidasi armada yang ada.
Dikutip dari Jakarta Globe, "Indonesia Says No New Rafale Order, 3 Jets Set for May Arrival", 16 April 2026, juru bicara Kemhan menyatakan tidak ada rencana order baru Rafale saat ini.
Pengiriman batch pertama Rafale ke Indonesia sudah berlangsung sejak Januari 2026.
Tiga unit pertama tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan dinyatakan siap operasional. Batch kedua dijadwalkan menyusul pada April atau Mei 2026.
Total kontrak senilai sekitar 8,1 miliar dolar AS untuk 42 unit Rafale F4 tetap berjalan sesuai rencana.
Dikutip dari Reuters, laporan penerimaan jet pertama Indonesia dari Prancis pada Januari 2026, pengiriman batch awal menjadi bagian dari kesepakatan multi-miliar dolar.
Sebelum Indonesia mengambil sikap hati-hati, beberapa negara pengguna Rafale lainnya juga mulai meninjau ulang kerja sama mereka dengan Dassault Aviation.
Tren ini menunjukkan bahwa pamor jet tempur Prancis tersebut mulai meredup di pasar internasional.
Berbagai mitra utama Dassault kini menghadapi tantangan serupa terkait transfer teknologi, pembagian pekerjaan, dan sensitivitas anggaran.