nasional

Pamor Rafale Meredup? Indonesia Ogah Repeat Order, India Review Deal, UAE Mundur dari F5, Jerman Frustrasi FCAS

Sabtu, 18 April 2026 | 07:48 WIB
Pamor Rafale meredup: India, UAE, Jerman, dan Indonesia tinjau ulang kerja sama dengan Dassault. Mengapa mereka mulai tinggalkan jet Prancis (DASSAULT/WIKIPEDIA)

Abu Dhabi menarik diri dari pendanaan pengembangan varian Rafale F5. Kesepakatan yang semula direncanakan senilai miliaran euro gagal karena Prancis menolak transfer teknologi optronics yang signifikan.

UAE sebagai pelanggan terbesar Rafale di luar Prancis dengan 80 unit kini mencari opsi lain.

Dikutip dari Aerotime, "France to fund Rafale F5 alone after UAE deal collapsed", 2 April 2026, UAE mundur setelah Prancis menolak berbagi teknologi canggih meski diminta kontribusi hingga 3,5 miliar euro.

Penarikan UAE ini memaksa Prancis membiayai pengembangan Rafale F5 sepenuhnya dari anggaran sendiri.

Baca Juga: Sudah Dibeli Indonesia Ternyata Rafale F4 Tak Lagi Jadi Prioritas Utama Prancis Ini Alasannya

Hal tersebut menambah beban keuangan Paris di tengah program pertahanan Eropa yang lain.

UAE tetap melanjutkan pengiriman 80 unit Rafale F4 yang sudah dipesan sebelumnya.

Namun prospek order tambahan atau kerjasama mendalam kini meredup.

Jerman Frustrasi dengan Program FCAS

Jerman mengalami frustrasi mendalam terhadap program Future Combat Air System bersama Prancis.

Baca Juga: Jenderal Prancis Akui Kelemahan Militer Puluhan Tahun, Rafale F5 dan STRATUS Jadi Upaya Menebusnya

Program bernilai sekitar 100 miliar euro ini bertujuan mengembangkan jet tempur generasi keenam sebagai pengganti Rafale dan Eurofighter.

Perselisihan utama terjadi antara Dassault Aviation Prancis dan Airbus Jerman soal kepemimpinan dan pembagian pekerjaan.

Jerman merasa proyek terlalu disesuaikan dengan kebutuhan Prancis termasuk kemampuan nuklir dan kapal induk.

Dikutip dari Reuters, "Germany sets mid-April deadline for troubled fighter project with France", 19 Maret 2026, Jerman menetapkan batas waktu pertengahan April 2026 untuk menyelesaikan krisis FCAS.

Halaman:

Tags

Terkini