nasional

Demi Produksi F-15 Eagle II Incaran Indonesia, Boeing Bakal Buat F-18 Malaysia Jadi Besi Tua

Senin, 27 Februari 2023 | 16:30 WIB
F-18 Hornet Malaysia, terancam dengan produksi F-15 Eagle II incaran Indonesia (TUDM)



ZONAJAKARTA.com - F-15 Eagle II jadi incaran utama Indonesia.

F-15 Eagle II sengaja dibuat Boeing untuk menutup celah superioritas udara yang belum bisa digapai sepenuhnya F-35, dan Indonesia tahu ini.

Maka dari itu besar kemungkinan Indonesia akan membeli F-15 Eagle II kemudian mengikuti pada tahun-tahun berikutnya F-35.

Bahkan di lingkup pemerintah sudah ada kajian mendalam mengenai akuisisi F-15, membahas tentang segalanya mengenai Eagle II.

Setidaknya dengan jet tempur ini Indonesia mampu menjaga ruang udaranya lebih kuat.

Eagle II punya kemampuan pertempuran udara segala dimensi.

Baca Juga: Anka dan Milkor 380, Duo Drone Mematikan di Langit Indonesia

Mau perang elektronika, recon, BVR, superioritas udara hingga interceptor bisa ia lahap.

Indonesia rencananya membeli 36 unit F-15 paket komplit.

Paket komplit di sini termasuk senjata, pelatihan pilot hingga suku cadang.

Nilainya sampai ratusan triliun rupiah.

Tapi ada kemungkinan jumlah pembelian F-15 bakal dikurangi lantaran Indonesia sudah membeli Rafale.

Rafale pun begitu, ia dibeli sebagai usaha Indonesia memperkuat basis operasi udara garis depan.

Bayangkan saja jika duet F-15 dan Rafale mengawal langit Indonesia, benar-benar bertaring!

Memang Indonesia membutuhkan jet tempur Tier 1 kelas NATO.

Lawan di Utara begitu tangguh, China yang mempunyai J-20.

Terlebih Mighty Dragon ada versi Naval, tambah-tambah nekat lagi China mengerahkan kapal induknya ke Selatan.

Rafale dan F-15 Indonesia pasti dibekali kemampuan Maritime Strike untuk membendung gerakan unsur China di Natuna Utara.

Jika dua fighter itu yang di sana, China juga berpikir dua kali.

Tapi bagi negara yang tak siap, bakal kena gilas PLA Navy.

Ya, militer Filipina, Brunei dan Malaysia jadi paling tak siap melawan agresivitas China meski Manila punya program pertahanan strategis saat ini.

Malaysia lebih miris lagi, proyek fregat Gowind class mereka tak jelas rimbanya.

Tak ada satu pun kapal Gowind operasional, mangkrak.

Kini belum usai hal itu, salah satu unsur alutsista Malaysia yang bisa melakukan maritime strike yakni F-18 Hornet mereka terancam jadi besi tua.

Sebab Boeing bakal menutup lini produksi F-18 pada tahun 2025, mengakibatkan stok suku cadangnya juga akan berkurang.

Dan nyelekitnya, Boeing akan konsentrasi menggarap F-15 Eagle II incaran Indonesia dan drone angkatan laut MQ-25 Stingray.

"Kami merencanakan masa depan kami, dan membangun pesawat tempur yang ada dalam DNA kami (F-15 Eagle II dan MQ-25 Stingray)" papar Steve Nordlund, wakil presiden Boeing Air Dominance dikutip dari Eurasian Times pada 24 Februari 2023.

Baca Juga: Tak Punya Uang Tunai, Malaysia Bayar FA 50 Pakai Minyak Sawit

Nantinya F-15 dan MQ-25 akan menapaki jejak yang sama dengan kesuksesan F-18.

"Kami berinvestasi mengembangkan kemampuan era berikutnya, menerapkan inovasi serta keahlian yang sama yang menjadikan F/A-18 Super Hornet sebagai andalan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di seluruh dunia selama hampir 40 tahun," kata Steve.

Tapi lini produksi F-18 akan diperpanjang setidaknya sampai 2027 asalkan jet tempur itu dibeli oleh India.

Tambahan dua tahun untuk Boeing mentransfer teknologi ke New Delhi agar bisa merawat F-18 nya sendiri setelah lini produksinya disuntik mati.

Apakah Malaysia cukup hanya membeli FA 50 sebagai pengganti F-18 nya kelak?

Sudah tepat langkah Indonesia cuma membeli T-50 karena perannya sebagai trainer dimana untuk melatih pilot terbaiknya menunggangi F-15 Eagle II dan Rafale.*

Dapatkan berita terkini di Google News 

Tags

Terkini