Baca Juga: Dijual Cuma Rp3 Jutaan, HP Vivo Y75 5G Miliki Koneksi Yang Mulus Dengan RAM Yang Bisa Diperbesar
Maksudnya? Dia menjelaskan pada awalnya tidak ada warga sekitar yang tinggal di dekat depo itu.
“Saat Depo Pertamina Plumpang pertama kali dibangun, tidak ada satupun rumah warga di sekitarnya”, tutur Toto.
Tapi karena buruknya koordinasi akan tata kelola, rumah di sekitar depo itu semakin ramai.
Bagi Toto, ini lah salah satu faktor yang menyebabkan korban lebih banyak dari sisi warga.
Baca Juga: China Akui F-15 Eagle II Indonesia Jet Tempur Non Siluman Terkuat Dunia
“Korban jiwa mungkin sebagian besar dari masyarakat yang rumahnya berhimpitan dengan Depe Pertamina Plumpang tersebut”.
“Secara aspek, keselamatan jelas di situasi ini sangat rawan”, sambungnya.
Dan bukan hanya pandangan dari seorang pengamat, masalah ini sebenarnya sudah pernah dibahas 2016 silam.
Yaitu saat Pilkada DKI Jakarta antara paslon Ahok berhadapan dengan paslon Anies Baswedan.
Pada kesempatan itu, Ahok sebenarnya menyinggung soal rumah warga di sekitar Depo Pertamina Plumpang.
Ahok mengingatkan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta agar tidak omdo.
Pasalnya, Anies Baswedan berjanji pada warga Tanah Merah untuk memberikan perlindungan.
Karena warga di sana mengaku telah menetap di sana selama lebih dari 20 tahun.