Misi-misi seperti Intelijen, Pengawasan dan Pengintaian (ISR), relai komunikasi, akuisisi target, dan pelacakan.
Baca Juga: Ramai Isu Utang Rp 50 M, Anies Baswedan Ungkit Hubungannya Kini dengan Sandiaga Uno
Seperti drone kebanyakan, Anka dapat melakukan penerbangan secara otonom atau otomatis.
Hal itu karena di dalamnya terdapat navigasi waypoint dan kontrol penerbangan.
Dengan itu, Anka bahkan dapat terbang menuju sasaran dan kembali ke pangkalan secara otomatis.
Baca Juga: BERITA POPULER: Vivo Y33T Turun Harga hingga Perebutan Adopsi Anak yang Lahir di Reruntuhan Gempa
Walaupun benar, operator harus menyimpan data terkait lokasi kepulangan drone itu.
Semua itu bisa terjadi juga karena adanya radar Synthetic Aperture Radar (SAR), Inverse SAR (ISAR) dan Ground Moving Target Indicator (GMTI).
Alat itu untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melacak target statis atau bergerak di darat.
SAR sendiri digunakan AL Turki untuk mendeteksi ranjau di Laut Hitam.
“Angkatan Laut Turki menggunakan radar SAR pada Anka untuk mendeteksi ranjau laut”, tulis Defence Security Asia 30 Oktober 2022.
Laut Hitam sendiri menjadi ladang Rusia “menyimpan” kapal-kapal perangnya.
Mengingat konflik antara negara itu dengan Ukraina belum juga berakhir.