ZONAJAKARTA.com - Kembali pada bulan Maret saat dilema tuan rumah Piala Dunia U20 yang dipegang oleh Indonesia.
Benar, Indonesia hampir saja menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.
Tapi semua itu berubah saat kabar bahwa timnas Israel mengikuti Piala Dunia U20.
Semenjak saat itu, muncullah narasi penolakan timnas Israel di perhelatan skala internasional itu.
Gerakan penolakan ini bukan hanya digaungkan oleh masyarakat sipil, bahkan elite politik juga ikut bersuara.
Mulai dari parpol, kader partai, hingga pejabat daerah.
Secara umum, penolakan timnas Israel ini adalah bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Baca Juga: Sesuai Keinginan Banyak Orang, Draft RUU Perampasan Aset Akhirnya “Didengar” Komisi III DPR RI
Sebagaimana kita tahu, Indonesia dengan lantang menolak penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Bahkan beberapa dari elite politik di atas dengan gamblang menolak kedatangan penjajah (Israel).
Gerakan penolakan ini begitu masif, hingga Presiden Jokowi harus turun tangan untuk menenangkan.
Argumen yang disampaikan Jokowi adalah “jangan campur adukan politik dengan olahraga”.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, gerakan penolakan ini pun sampai didengar oleh FIFA.
FIFA pada akhirnya memutus Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.