Rafael AT diduga memakai jasa konsultan pajak untuk melakukan tindak pidana ini.
Setelah diduga adanya tindak pencucian uang, PPATK langsung memblokir rekening yang diduga milik konsultan pajak itu.
Tapi sayangnya, orang yang diduga membantu Rafael AT ini telah melarikan diri ke luar negeri.
Adapun peran dari konsultan pajak ini dalam memuluskan rencana Rafael AT.
Baca Juga: Panglima AU Malaysia Tak Sanggup Samai Level Indonesia Beli C-130 Super Hercules
Yaitu sebagai nomine untuk menerima dana yang dimiliki Rafael AT.
Setelahnya, Rafael AT akan mengambil kembali dana yang dia miliki dari konsultan itu.
Dugaan terakhir, konsultan pajak yang bekerja sama dengan Rafael AT ini berjumlah dua orang.
Dan dua orang ini juga diduga sesama eks Ditjen Pajak.
Baca Juga: Adu Kualitas Wuling Alvez Vs Honda HRV, Lebih Pilih Mana?
Hal janggal terbaru juga diungkapkan oleh PPATK.
PPATK menduga adanya transaksi mencurigakan antara Rafael AT dengan pejabat Ditjen Pajak lainnya.
“Memang ada beberapa”, ungkap Ivan Yustiavanda.