ZONAJAKARTA – Pemerintah Natuna baru saja menetapkan status tanggap bencana Longsor dari tanggal 6-12 Maret 2023.
Hal tersebut diperjelas dari adanya informasi di laman ANTARA Kepri pada 7 Maret 2023 jika longsor di Natuna terkonfirmasi sudah menewaskan belasan orang.
Dalam penjelasannya bencana tanah longsor di Natuna terjadi di Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Selain itu, beberapa orang juga dilaporkan hilang akibat bencana longsor di Natuna tersebut.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt menjelaskan kronologi longsor di Natuna. Peristiwa itu berawal dari hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (5/3/2023) hingga Senin (6/3/2023).
"Pada hari Minggu tanggal 05 Maret 2023. Sekira pukul 18.30 WIB mulai terjadi hujan lebat di daerah Desa Air Nusa Kecamatan Serasan Timur yang tak kunjung berhenti sampai pada hari Senin tanggal 06 Maret 2023," kata Harry.
Lalu pada Senin (6/3/2023) pukul 04.30 WIB, longsor pun terjadi. Longsor itu menimbun rumah, kebun, hingga sumber air minum warga.
"Sekira pukul 04.30 Wib di daerah Bukit rumah lekuk mengalami tanah longsor yang mengakibatkan rumah, kebun warga dan sumber air minum milik warga tidak berfungsi di sebabkan tertimbun oleh tanah longsor," tambahnya.
tanah longsor Natuna menyebabkan 15 orang meninggal dunia. Jenazah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim penyelamat.
"Laporan dari Tim SAR gabungan terbaru saat ini berhasil mengevakuasi 15 Jenazah korban Longsor di Serasan Natuna," kata kepala BPBD Kepri Muhammad Hasbi, Senin (6/3/2023).
Semantara itu per Selasa (7/3/2023), sebanyak 42 orang dinyatakan hilang. Tim SAR terus bergerak untuk mencari korban longsor Natuna yang masih hilang.
"Untuk korban yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan ada 42 orang. Rencananya hari ini akan dilakukan pencarian kembali," ujar Hasbi, Selasa (7/3/2023).