Bagi Menkeu, apa yang Rafael AT lakukan sudah merusak kepercayaan publik terhadap Kemenkeu.
Bahkan jauh sebelum investigasi Rafael AT, publik sudah memboikot Kemenkeu dengan gerakan enggan bayar pajak.
Namun sepertinya, cacian masyarakat terhadap Kemenkeu akan berlangsung dalam waktu yang lama.
Belum lama ini, Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan fakta pahit terkait Kemenkeu.
Baca Juga: C 27J Spartan, Pesawat Angkut Taktis Hampir Dibeli Indonesia
Mahfud MD mencurigai pergerakan transaksi di lingkungan Kemenkeu dan nilainya sangat besar.
“Saya sudah dapat laporan, ada pergerakan mencurigakan sebesar 300 triliun di Kemenkeu”, ungkapnya.
Mahfud MD secara spesifik menunjuk dua instansi, yaitu Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
“...sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai”, sambungnya.
Mahfud MD pasalnya sudah melaporkan hal ini kepada Menkeu Sri Mulyani.
Tujuan Menko Polhukam membeberkan hal ini adalah bentuk transparansi kepada publik.
“Kita tidak bisa sembunyi-sembunyi, maka saya sampaikan berita ini”, tuturnya menyudahi.
***