Diuntungkan dari Konflik Rusia dan Ukraina, Media AS Sebut Ekspor Senjata Korea Selatan Naik hingga 140 Persen

photo author
Andrian Permana, Zona Jakarta
- Rabu, 8 Maret 2023 | 12:35 WIB
Pesawat KF-21 Boramae (Eurasian Times)
Pesawat KF-21 Boramae (Eurasian Times)

ZONAJAKARTA.com - Konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina telah mendorong banyak Negara untuk lebih memperkuat persenjataannya.

Polandia adalah contoh kasus yang sangat signifikan.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Negara perbatasan Rusia, yakni Polandia tengah menaruh kewaspadaan agar tidak turut dirugikan.

Baca Juga: KRI Semarang 594 Beserta Kapal Perang Lainnya Laksanakan OMSP ke Natuna: Tanggap Bencana di Pulau Serasan

Dalam urusan pembelian senjata, Korea Selatan menjadi Negara langganan.

Polandia sendiri sudah menaruh kepercayaan pada produk buatan Korea Selatan.

Menteri Pertahanan Polandia, Mariusz Blaszczak telah mengunjungi pabril KAI di Korea Selatan sebelumnya.

Mengutip dari The Korea Economic Daily, Polandia menyampaikan keinginannya untuk membeli sejumlah 48 pesawat ringan FA-50 dari Korea Selatan.

Baca Juga: Pelawak Tarzan Srimulat Kaget Mendadak dapat Tagihan Listrik PLN Rp 90 Juta

Bukan hanya FA-50, Kelompok Persenjataan Polandia (PGZ) telah mengindikasikan ketertarikannya mempelajari lebih lanjut tentang pesawat KF-21 Boramae.

Pesawat KF-21 baru akan memulai produksi serial pada tahun 2026 dengan Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) sebagai pelanggan pertamanya.

Bahkan media dan pengamat pertahanan di Polandia juga menyatakan bahwa hubungan dan kerja sama pertahanan yang semakin erat antara Seoul dan Warsawa belakangan ini semakin memperbesar kemungkinan akuisisi pesawat KF-21.

Pilot Polandia yang sudah berada di Korea Selatan saat ini menjalani pelatihan untuk menerbangkan pesawat tempur ringan FA-50.

Baca Juga: AC 130J Ghostrider, Pembantai dari Langit Saudara Kandung C-130 Super Hercules Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yunara Aruna

Sumber: The New York Times, The Korea Economic Daily Global Edition, Eurasian Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X