Baca Juga: Sukses Akuisisi Produk Korea Selatan, Polandia Akan Terima Pesawat Fa-50 di Tahun Ini
Hal itu membuat geram masyarakat dan mempertanyakan sumber kekayaan keluarga itu.
Pada akhirnya, KPK beserta PPATK berhasil menemukan hal-hal janggal terkait aset-aset milik Rafael AT.
Mulai dari saham di 6 perusahaan yang tidak dia laporkan kepada LHKPN.
Temuan rekening gendut yang nilainya mencapai 500 miliar dan sekarang sudah diblokir.
Baca Juga: Mundur dari Pembelian F-35 AS, Polandia Justru Incar KF-21 Boramae Buatan Korsel, Ini Alasannya
Dugaan Rafael AT melakukan pencucian uang dengan menggunakan jasa konsultan pajak.
Sebuah mobil mewah yang mengatasnamakan orang lain.
Bahkan buntut dari kasus Rafael AT ini menyeret nama-nama pejabat lain.
Buntut dari kasus ini pun membuat Menkeu, Sri Mulyani juga menjadi bulan-bulanan masyarakat.
Apa yang dilakukan oleh Rafael AT sebagai bagian dari Kemenkeu tentu merusak kredibilitas instansi tersebut.
Sri Mulyani di banyak kanal telah menunjukkan kekecewaannya terhadap kasus Rafael AT.
Bagi Menkeu, apa yang Rafael AT lakukan sudah merusak kepercayaan publik terhadap Kemenkeu.
Bahkan jauh sebelum investigasi Rafael AT, publik sudah memboikot Kemenkeu dengan gerakan enggan bayar pajak.