Ia memiliki berbagai kemampuan seperti maritime strike, superioritas udara, electronic warfare, hingga close air support.
Intinya Rafale jet tempur multirole, bisa buat apa saja tergantung kebutuhan misi.
Sistem pertahanan diri SPECTRA di Rafale memberikan perlindungan 360 derajat baginya.
SPECTRA membuat pilot lebih awas pada kondisi medan operasi sehingga kesempatan musuh untuk menjatuhkan Rafale semakin kecil.
Nah, yang paling membuat Indonesia tertarik ialah sistem persenjataan Rafale.
Ia bisa menggotong rudal BVR MBDA Meteor.
Rudal anti kapal AM 39 Exocet.
Baca Juga: Virginia Class dan Type 094 China, Dua Kapal Selam Nuklir Siap Hilir Mudik di Perairan Indonesia
Serta rudal jelajah serang darat Taurus KEPD.
Selebihnya Rafale bisa dipasangi rudal buatan AS seperti AIM-9 Sidewinder, AIM-7 Sparrow hingga Maverick.
Apalagi Rafale juga menggotong beberapa kemampuan jet tempur generasi kelima.
"Sebagian dari kelebihan generasi lima itu ternyata bisa diadaptasikan ke bodi jet generasi 4, dan kelebihan itu yang dimiliki oleh generasi 4,5 seperti F-15 Eagle II, Typhoon (konsorsium Eropa), F-2 Mitsubishi, Sukhoi Su-35, dan Rafale yang akan masuk ke jajaran kekuatan TNI AU," jelas Portal Informasi Indonesia pada 19 Februari 2022.
Kemudian Radar Cross Section alias RCS Rafale juga cukup kecil.
"Rafale punya kemampuan manuver yang lincah.
Tubuhnya mampu menahan beban di atas 9 G.