Teknologi situasional tersebut bisa menguntukan pilot dari adanya bahaya yang mengancam.
Tak hanya itu saja, tetapi pada JAS 39 Gripen C/D terdapat Link16 atau tautan data taktis termasuk data gabungan sensor bersama.
Dengan ini maka JAS 39 Gripen C/D memiliki dukungan teknologi keputusan yang dioptimalkan memastikan keunggulan informasi.
Serta menempatkan pilot JAS 39 Gripen C/D selangkah lebih maju dari musuh dan mengendalikan ruang pertempuran dari adanya teknologi tersebut.
Oleh karenanya JAS 39 Gripen C/D sangat pede dalam menjalankan misi pertempuran udara ke udara, udara ke darat serta udara ke permukaan.
Termasuk misi patroli udara, pengintaian, serta dukungan intelijen bisa dilakukan JAS 39 Gripen C/D.
Selain itu, JAS 39 Gripen C/D terintegrasi dengan sejumlah besar senjata dan pod dari AS dan Eropa.
Maka tak heran jika JAS 39 Gripen C/D bisa dipasangkan berbagai jenis senjata buatan barat.
Apalagi JAS 39 Gripen C/D memiliki kemampuan serangan presisi dan pertahanan yang unggul daripada kompetitor lainnya.
Serta biaya operasional dan harga yang murah dari JAS 39 Gripen C/D membuat jet tempur ini sudah dipakai di beberapa negara.
Seperti Hungaria, Ceko, Afrika Selatan, Thailand, termasuk Swedia masih aktif menggunakan JAS 39 Gripen C/D.
Teruntuk Thailand menjadi negara pertama di kawasan Asia yang menggunakan JAS 39 Gripen C/D besutan Saab.
Dan saat ini JAS 39 Gripen C/D Thailand berdinas di 701 Fighter Squadron, Wing 7.