ZONAJAKARTA.com - Mungkin kalimat ini sedikit agresif, percuma punya banyak alutsista namun tak berdikari pembuatan rudal.
Ya, peluru kendali alias rudal merupakan momok paling menakutkan di inventori angkatan bersenjata.
Era pertempuran rudal modern pertama kali muncul di perang Malvinas.
Penerbangan angkatan laut Argentina dengan rudal anti kapal Exocet yang diluncurkan dari jet tempur Super Etendard melalap HMS Sheffield.
Baca Juga: Barracuda class, Mimpi Siang Bolong Indonesia Punya Kapal Selam Nuklir
Exocet yang berharga lebih murah meriah dari mahalnya HMS Sheffield, berhasil menenggelamkan kapal anti serangan udara Royal Navy itu cuma sekali tembak.
Di titik ini dunia sadar bahwa era Battleship dan Cruiser dengan meriam besarnya segera berakhir atas hadirnya rudal.
Battleship dan Cruiser sangat rentan diserang rudal dari jarak jauh sehingga mereka tak bakal sempat membalas tembakan ke lawan yang menyerang.
Saat ini negara yang mampu berdikari produksi rudal pasti militernya kuat.
Misal Turki atau Korea Selatan.
Dua negara itu sudah mampu memproduksi rudal sendiri sehingga perlahan namun pasti mengerek kemampuan militernya secara signifikan.
Karena tak ada namanya militer kuat namun rudal masih impor layaknya Indonesia era Orde Lama.
Kemandirian membuat rudal inilah yang saat ini kurang galak kemajuannya di Indonesia.
Padahal Indonesia punya berbagai badan atau lembaga yang bisa mengkreasi berbagai jenis rudal buatan tanah air.