UPDATE! Kemhan RI Sebut Pemerintah Pertimbangkan Tambah Batch Rafale pasca Pertemuan Prabowo-Macron di Paris

photo author
Dian Farida Hanum, Zona Jakarta
- Kamis, 16 April 2026 | 18:28 WIB
Kemenhan Indonesia menyebut pemerintah masih mempertimbangkan rencana penambahan order Rafale baru pasca pertemuan Prabowo-Macron di Paris. (KEMHAN.GO.ID/Instagram @militer.udara)
Kemenhan Indonesia menyebut pemerintah masih mempertimbangkan rencana penambahan order Rafale baru pasca pertemuan Prabowo-Macron di Paris. (KEMHAN.GO.ID/Instagram @militer.udara)

Indonesia memang memiliki kontrak besar dengan Prancis untuk pembelian 42 unit Rafale senilai sekitar 8,1 miliar dolar AS.

Kontrak tersebut ditandatangani pada tahun 2022 ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Pengiriman pertama tiga unit Rafale sudah tiba di Indonesia pada akhir Januari 2026 dan ditempatkan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Tiga unit berikutnya dijadwalkan tiba pada Mei 2026, sehingga Indonesia akan mengoperasikan enam unit Rafale mulai pertengahan tahun ini.

Baca Juga: Bikin Pertahanan Udara Musuh Bertekuk Lutut, Prancis Tak Hilang Akal Bekali Rafale F5 dengan Rudal Supersonik

Sisa unit akan dikirim secara bertahap sesuai jadwal yang telah disepakati dalam kontrak existing.

Dikutip dari Le Monde, "Indonesia and France agree to boost defense ties", 15 April 2026, pertemuan Prabowo-Macron membahas pengadaan peralatan pertahanan dan penguatan industri pertahanan, namun tidak menghasilkan komitmen order baru Rafale.

Fokus saat ini tetap pada penyelesaian dan penerimaan batch-batch dari kontrak yang sudah ada.

Mengapa Spekulasi Order Tambahan Muncul?

Pertemuan di Paris memang membahas topik procurement militer secara umum.

Baca Juga: Disebut Pembunuh Senyap, Rafale Bisa Lacak Jet Tempur Siluman pada Jarak 100 Km

Prancis dikenal sebagai mitra strategis penting bagi Indonesia di Eropa dalam bidang pertahanan.

Beberapa media internasional sebelumnya melaporkan adanya upaya Dassault Aviation untuk mendorong batch tambahan Rafale, termasuk potensi 18 unit lagi.

Namun, pemerintah Indonesia menekankan bahwa setiap keputusan pengadaan harus melalui review yang matang, termasuk aspek anggaran, kebutuhan operasional, dan kesiapan infrastruktur.

Dikutip dari RFI, "Indonesia expands defence ties with France on back of Moscow visit", 15 April 2026, Prabowo dan Macron membahas penguatan kerja sama pertahanan, tetapi Kementerian Pertahanan kemudian menegaskan belum ada keputusan order Rafale baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dian Farida Hanum

Sumber: RFI, The Strait Times, Le Monde, Jakarta Globe

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X