ZONAJAKARTA.com - TNI AL memiliki komitmen penuh dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 sebagai tujuan besar dari program pemerintah yang mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Karena itulah, peresmian bus listrik pertama digelar di Markas Besar TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur pada Kamis, 16 April 2026 dan dilakukan secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dalam agenda peresmian bus listrik pertama di lingkungan TNI sepanjang sejarah, KASAL turut menjajal langsung kemampuan transportasi ramah lingkungan itu.
Program strategis ini menempatkan TNI AL sebagai pelopor transformasi mobilitas hijau di kalangan institusi militer Indonesia.
Sebagai upaya mendukung Net Zero Emission 2060, peresmian bus listrik pertama ini turut memberikan kontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap pasokan BBM impor.
Hal ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI AL dalam percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik sekaligus bagian dari upaya transisi menuju energi bersih di lingkungan militer.
Selain sebagai modernisasi sarana pendukung, penggunaan bus listrik ini juga mencerminkan sistem kerja yang lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Bus listrik berkapasitas 33 kursi dengan tipe heavy duty, berbobot 15,2 ton, serta menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh dengan kecepatan maksimal 100 km/jam tersebut telah melalui serangkaian uji ekstrem meliputi getaran, kejut mekanis, perendaman air, api eksternal, hingga arus lebih.
Bus ini juga dilengkapi fitur keselamatan seperti Main Power Cut Off Switch, pemadam APAR otomatis di ruang baterai/kontrol, dan deteksi asap serta GPS tracking, battery monitoring, dan CCTV 12 kamera.
Baca Juga: Mesin Akan Dimodifikasi, Kapal Patroli TNI AL Bakal Gunakan Bakar Bakar B50 untuk Efisiensi BBM
Di hadapan awak media, KASAL mengungkapkan bahwa penggunaan bus listrik untuk angkutan personel TNI AL memiliki manfaat luar biasa khususnya yang berdomisili di kompleks perumahan yang relatif jauh dari satuan kerja.
Bahkan selain efisien dari segi mobilitas prajurit, potensi kontribusinya dalam mengurangi tingkat polusi udara di wilayah Jakarta tak bisa dianggap remeh.
Upaya menggenjot Net Zero Emission 2060 tidak hanya berhenti pada diresmikannya bus listrik saja.