Setelah Filipina dan Australia Kini Indonesia Masuk Jaringan Pertahanan AS, Apa Posisi Jakarta di Peta Baru Indo-Pasifik?

photo author
- Sabtu, 18 April 2026 | 07:28 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang AS Pete Hegseth menandatangani MDCP di Pentagon, 13 April 2026, penanda baru dalam peta pertahanan kawasan yang terus bergeser. (Kemenhan RI)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang AS Pete Hegseth menandatangani MDCP di Pentagon, 13 April 2026, penanda baru dalam peta pertahanan kawasan yang terus bergeser. (Kemenhan RI)

Pernyataan itu dilontarkan dalam konteks Australia, tapi maknanya berlaku sama untuk memahami mengapa Washington terus memperluas jaringan kemitraan pertahanannya ke arah selatan, termasuk kini dengan Jakarta.

Bagi Indonesia, MDCP menempatkan TNI dalam jaringan latihan dan modernisasi yang sama dengan angkatan bersenjata Filipina, Australia, dan Jepang tanpa harus melepas prinsip non-blok yang selama ini menjadi identitas kebijakan luar negeri Indonesia di panggung global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jasmine Sheilla Putri Shakina

Sumber: Defence Security Asia, minister.defence.gov.au, media.defense.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X