nasional

Pamor Rafale Meredup? Indonesia Ogah Repeat Order, India Review Deal, UAE Mundur dari F5, Jerman Frustrasi FCAS

Sabtu, 18 April 2026 | 07:48 WIB
Pamor Rafale meredup: India, UAE, Jerman, dan Indonesia tinjau ulang kerja sama dengan Dassault. Mengapa mereka mulai tinggalkan jet Prancis (DASSAULT/WIKIPEDIA)

Frustrasi ini sempat memicu protes dari industri kedirgantaraan Jerman dan serikat pekerja.

Beberapa analis menyebut proyek jet tempur inti hampir mati meski elemen lain mungkin bertahan.

Jerman bahkan terbuka untuk opsi alternatif seperti membeli lebih banyak F-35 dari Amerika Serikat.

Kasus ini menunjukkan kesulitan kerjasama pertahanan Eropa meski ada ambisi otonomi strategis.

Baca Juga: Rafale Tertangkap Basah Bawa Roket Berpemandu Laser, Siap Buru Drone Shahed

Indonesia Bergabung dalam Tren Hati-hati

Indonesia kini bergabung dalam daftar negara yang menunjukkan sikap hati-hati terhadap ekspansi armada Rafale.

Meski pengiriman unit pertama berjalan lancar prioritas pemerintah adalah mengintegrasikan 42 unit yang ada terlebih dahulu.

Faktor anggaran pertahanan yang terbatas dan kebutuhan modernisasi di sektor lain menjadi pertimbangan utama.

Jakarta juga terus menjalin kerjasama dengan Prancis di bidang lain seperti kapal selam Scorpène.

Baca Juga: Rafale Diobral dengan Harga Murah ke Negara Ini Tetapi Ada Alasan di Baliknya

Dikutip dari Analytics Insight, Rafale Faces Headwinds as UAE, India, Indonesia Reassess French Jet Deals, 17 April 2026, Indonesia menolak rumor order tambahan Rafale menandakan tekanan baru bagi ekspor jet Prancis.

Tren peninjauan ulang ini bukan berarti akhir dari Rafale sebagai platform tempur.

Jet ini tetap memiliki reputasi tinggi dalam misi multi-peran termasuk superioritas udara dan serangan presisi.

Namun tantangan transfer teknologi dan sensitivitas anggaran semakin terlihat di pasar ekspor.

Halaman:

Tags

Terkini