nasional

Source Code Rafale Jadi Alasan India dan UEA Kesal dengan Dassault Aviation Namun Ini Sebab Indonesia Bertahan

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41 WIB
Isu source code Rafale tak pengaruhi sikap Indonesia meski India dan UEA menilainya berbeda. (Dassault Aviation)

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebuah penelitian dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memang menganjurkan Indonesia untuk menambah jumlah armada Rafale miliknya menjadi 100 unit.

Riset tersebut mengklaim bahwa dengan cara itulah, jalan untuk memperoleh ToT secara maksimal bisa ditempuh.

"Transfer Teknologi pesawat tempur Dassault Rafale belum 100 persen jika dibandingkan dengan KFX/IFX 21 Boramae. Beberapa persyaratan harus dipenuhi Indonesia, salah satunya dengan pembelian minimal 100 unit pesawat tempur Dassault Rafale," demikian bunyi jurnal penelitian UMY terbitan Januari 2024 berjudul "MOTIVASI INDONESIA DALAM PENGADAAN ALUTSISTA ERA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO (STUDI KASUS: PEMBELIAN PESAWAT TEMPUR DASSAULT RAFALE DARI PERANCIS TAHUN 2022)".

Nyatanya, praktik di lapangan tak semudah dengan teori atau hipotesis yang dipaparkan.

Prancis belum tentu akan membagikan source code Rafale semudah itu, meski benefit ToT yang diberikan untuk NKRI diyakini jauh lebih baik dan istimewa.

Apalagi alasan utama yang selalu dikemukakan adalah "kedaulatan teknologi".

Baca Juga: Rafale Tertangkap Basah Bawa Roket Berpemandu Laser, Siap Buru Drone Shahed

Mengapa Indonesia Tetap Bertahan?

Indonesia tetap bertahan sebagai pelanggan Rafale lantaran jet tempur ini sangat TNI AU butuhkan.

Apalagi selama bertahun-tahun, TNI AU cenderung mengandalkan F-16 (varian lama) sebagai armada tercanggihnya sebelum Januari 2026.

Dan untuk saat ini, NKRI baru menerima sebanyak enam unit di awal tahun.

Kemudian disusul enam unit berikutnya kira-kira paling lambat Juni 2026, dan 30 unit selebihnya bakal dikirimkan secara bertahap antara tahun 2027 hingga 2028.

Belakangan, ada rencana untuk menambahnya sebanyak delapan belas hingga 24 unit saat Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron beberapa hari yang lalu.

"Presiden Macron yang akan menerima Presiden Indonesia di Istana Élysée pada hari Selasa akan membahas penjualan baru jet tempur Rafale dari Dassault Aviation antara 18-24 pesawat," tulis La Tribune melalui artikel berjudul "Le Rafale au menu des discussions entre Macron et le président indonésien Prabowo" yang dimuat pada Selasa, 14 April 2026.

Halaman:

Tags

Terkini