ZONAJAKARTA.com - Indonesia dan Rusia pernah dihadapkan pada suatu titik konfrontasi melawan NATO.
Peristiwa ini terjadi saat Indonesia ingin merebut kembali Irian Barat pada tahun 1961 dan Rusia membantu Jakarta.
Bantuan Rusia ke Indonesia ialah suplai alutsista militer berkualitas terbaik saat itu.
Matra udara menjadi striking force paling mematikan kala Rusia saat masih bermana Uni Soviet menyulap AURI jadi monster Asia setelah pengiriman Tu-16, MiG-17 sekalian MiG-21.
Deretan penempur kelas wahid di zamannya itu hanya bisa ditandingi oleh AS, Inggris, China dan tentunya Uni Soviet itu sendiri.
Selain keempat negara itu tak ada yang memiliki fighter supersonik.
Baca Juga: Totalitas Bantu Militer Indonesia, Pemimpin Rusia : Kami Adalah Sahabat Sejati
Keberadaan mesin tempur Soviet ini sebetulnya membuat khawatir Belanda.
Terlebih militer Indonesia menargetkan serangan ke Biak yang merupakan pangkalan pertahanan utama Belanda di Irian.
Belanda tentunya yang sudah bergabung dengan NATO meminta bantuan AS untuk mempertahankan Irian.
AS awalnya mau membantu sekutunya itu mempertahankan Irian.
AS menekan PBB agar tak menggubris agenda Irian di sidang umumnya.
Indonesia sadar bahwa diplomasi di PBB cuma menghasilkan Irian lepas atau merdeka lantaran ulah Belanda.
Walhasil Indonesia mengambil langkah keras dengan menggunakan kekuatan militer.